YOU ARE WHAT YOU THINK

Suatu hari, seorang musafir sedang melewati padang pasir. Setelah berjalan beberapa mil, ia merasa lapar dan haus.

Betapa aku berharap bisa beristirahat sebentar di bawah pohon,” pikirnya.

Tiba-tiba , ia melihat sebatang pohon di depannya. Ia terkejut karena saat itu ia berada di padang pasir, dan beberapa detik yang lalu tidak ada bekas semak. Tapi, pada saat bersamaan ia merasa lega karena ia bisa beristirahat sejenak.

Saat pengembara itu duduk di bawah pohon, ia berpikir, “Betapa aku berharap aku bisa minum air!

Tepat pada saat itu, ia menemukan segelas air dingin yang tersimpan di atas batu di depannya.

Ah!” kata pengembara yang terkejut itu, dan menenggak airnya.

Setelah beberapa menit, musafir itu berpikir, “Betapa aku menginginkan sesuatu untuk dimakan.

Dalam sekejap, aneka makanan lezat muncul di hadapannya. Pengembara itu makan sebanyak mungkin. Semua makanan itu akhirnya membuatnya mengantuk dan ia menginginkan sebuah tempat tidur.

Sambil meregangkan tubuhnya dengan nyaman di atas kasur yang empuk, pikirannya pun melayang, “Seandainya aku bisa menyuruh seseorang memijat kakiku.”

Seketika, seorang wanita muda muncul dan mulai memijat kakinya. Musafir itu segera jatuh tertidur lelap.

Sebenarnya, musafir itu berada di bawah sebuah pohon magis. Siapa pun yang berada di bawahnya bisa memiliki apapun yang diinginkannya. Setelah tidur panjang, musafir itu terbangun, ia mleihat wanita itu masih duduk di samping kakinya.

Kini musafir itu mulai berpikir, “Saya yakin ini adalah bagian magis dari padang pasir. Jika tidak, bagaimana ini bisa terjadi dan entah dari mana?” Ia bertanya-tanya, “Mungkinkah ada setan di sekitar ini juga?

Tiba-tiba setan muncul. Pengembara itu penuh dengan rasa takut, “Apakah kamu akan memakanku?

“Ya, bersiaplah!” jawab setan itu hendak menerkam pengembara itu.

Musafir yang ketakutan itu mengangkat kakinya dan melarikan diri, sambil berpikir, “Betapa aku berharap setan ini lenyap!

Tiba-tiba, saat ia berbalik, tidak ada setan.

Apakah arti semua ini?” pikir musafir itu bingung.

Apakah ini semua mimpi? Mungkin, Yang Maha Kuasa memberi kita pikiran di padang pasir. Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita pikirkan!

Pikir musafir itu sambil melanjutkan perjalanannya.

_____________________

Menurut para ahli di bidang neurosains, sekitar 85% hidup kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar, sedangkan 15% sisanya dikendalikan oleh pikiran sadar. Artinya, sebagian besar apa yang terjadi dalam hidup kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.

Pikiran bawah sadar ini sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Ketika kita berpikir positif, maka kita telah menarik ha-hal positif dalam kehidupan kita. Seperti halnya ketika kita berpikir “Saya bisa”, maka pikiran bawah sadar akan memaksimalkan kekuatan terbesarnya untuk mengkondisikan tubuh menjadi “Bisa”.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)

Pagi hingga malam nanti saya akan melayani berkhotbah di GBI. Doakan menjadi berkat bagi yang hadir !