Yang ortunya bermodal, keahlian tak ada. Yang anaknya ahli, tapi ortu tak bermodal. Trus bagaimana?

Pernah gak Anda berpikir seperti saya?

Begini.

Enak ya kalau punya orang tua yang mampu alias dari kalangan the have!

Modal Usaha bukan sesuatu yang sulit. Tinggal lanjutkan saja bisnis ortu yang sudah jadi. Paling butuh sentuhan kekinian dikit udah jadi deh!

Bukan soal uang saja. Panggung praktek kerja tersedia juga untuk latihan berproses jatuh dan bangun di sana.

Saya banyak melihat, semua sudah matang disiapkan orang tua. Tapi anak-anak mereka tidak mau meneruskan bisnis orang tuanya. Sayang ya!

Alasan klasiknya adalah, buat apa kuliah tinggi-tinggi dan jauh-jauh kalau hanya untuk nerusin usaha orang tua?

Fasilitas dan kemudahan seperti itu tak akan pernah bisa dinikmati oleh mereka yang punya orang tua pas-pas’an. Kudu berjuang hidup melawan keganasan dari kemiskinan. Gak berjuang sendiri ya gak makan. Gitu-gitu aja hidupnya. Mau emang?

Seandainya di panggung praktek kemudian ia terjatuh, ya harus merasakan dampaknya sendirian. Gak ada yang mem-back up. Lha orang tua juga minus atau pas-pas’an!

Itulah dunia. Kadang dalam banyak hal terasa tak adil ya?

Yang punya modal kapital, tapi gak punya keahlian. Bisa terus bertahan dengan kegagalannya. Lebih sedikit resikonya.

Yang punya keahlian tapi gak punya modal. Bagaimana bisa dapat suntikan tenaga kalau begitu? Ya kudu kerja keras, lebih keras bahkan! Nah yang tipe seperti ini banyak. Termasuk saya!

Ironis kan? Yang ideal dan gak ironis mestinya yang pas. Ortu bermodal, anak berkemampuan. On the right track!

Tapi, Tuhan mengajarkan kepada saya bahwa justru di sanalah letak keadilan Tuhan. Ah, saya bersyukur kalau begitu. Kan yang namanya adil itu bukan sama rata semua.

Yang dianggap mampu mengatasi kesulitan, diijinkan untuk masuk medan pertempuran lebih keras.

Hidup juga cuma sekali. Jangan biarkan Anda menua dengan rambut memutih, tapi tanpa arti sama sekali. Itu jauh lebih ironis dibanding gak punya modal uang.

Orang bilang hidup ini perjuangan. Mereka yang tidak berjuang pun sebenarnya mereka juga terus berjuang kok! Bingung bagaimana maksudnya?

Begini. Mereka yang nampaknya tak berjuang, sebenarnya mereka juga sedang berjuang, untuk tidak berjuang!


Gideon Yusdianto

Instagram @61d30n