TULANG RUSUK yang TERPATAHKAN

Sebuah senja yang sempurna dengan sepotong donat dan lagu cinta yang lembut.

Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? John dan Sara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat beratus tawa timpas, lalu Sara pun memulai meminta kepastian tentang cinta.

Sara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?

John : Kamu dong?

Sara : Menurut kamu, aku ini siapa?

John: (Berpikir sejenak, lalu menatap Sara dengan pasti)

Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, John dan Sara mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.

Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Sara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”

John sangat membenci ketidakdewasaan Sara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Sara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap John, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

John menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Sara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”

Lima tahun berlalu…..

John tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Sara. Sara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan John yang tahu semua informasi tentang Sara merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Sara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat John meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Sara.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

John : Apa kabar?

Sara: Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?

John : Belum.

Sara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.

John : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.

Sara tersenyum manis, lalu berlalu.

“Good bye….”

Seminggu kemudian, John mendengar bahwa Sara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, John mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Sara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

9 thoughts on “TULANG RUSUK yang TERPATAHKAN

  1. Cerita yg berakhir menyedihkan:(
    Coba tulang rusuk yg patah itu bisa disambung kembali…
    pasti BEAUTIFUL ENDING..((“_”))

  2. dont mix your bad mod with youre bad mood. perkataan yg manis membagkitkan semangat yg tidur, perkataan yg tidak memmberkati dapat membunuh seisi kota

  3. Terkadang bila kita lagi emosi satu sama lain kata2 tersebut bisa terucapkan tanpa kita sadari. Sebetulnya kita gak mau ngucapin kata2 itu, tapi karena saking emosinya terucapkan. Aku pernah ngatain minta cerai waktu aku lagi bertengkar ama istri karena kita sama2 emosinya. Orang yg sudah menikah mungkin pernah mengalami hal seperti itu.

  4. kenapa hrs gengsi tuk mengakui klo masih mencintai seseorang yg pernah merajut cinta dan berarti dalam hidup ini

  5. Wow…cool story!!!!
    Lagi lagi penguasaan diri jadi ujung tombak…
    Satu lagi pelajaran hidup yg berharga….

  6. Kisah yg menyedihkan:( sebaikx kita bljar u/mengatur emosi/amarah sblm mengucapkan kta2 yg menyakiti hati pasangan& kemudian akn menyesal d kemudian hri. τнäиκ чöü bwt kisah yg mnginspirasi ini:)

  7. ada satu pertanyaan yg muncul di benak saya setelah selesai membaca ini.
    bagaimana cara kita memastikan bahwa pasangan kita adalah patahan tulang rusuk kita?

  8. Jangan sekali” mengambil keputusan disaat sedang emosi…karna hasilnya pasti hàñŶA penyesalan…

Comments are closed.