TIGA PINTU KEBIJAKSANAAN

Ada seorang pemuda menyusuri sebuah hutan dalam perjalanan mencari jati diri. Pemuda itu ingin menjadi seseorang yang berbeda dan lebih hebat dari sebelumnya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang pertapa. Pemuda itu beranggapan bahwa pertapa yang ditemuinya adalah orang hebat yang mampu mengabulkan segala permintaannya.

Pertapa: Apa yang kau cari anak muda?

Pemuda: Aku hanya ingin memiliki hidup yang lebih baik.

Pertapa: Aku akan membantumu, namun kata-kataku ini akan kau anggap sebagai pasir yang akan hilang terbawa ombak lautan. Masuklah pada tiga pintu yang ada di dalam sana dan kau akan mendapati apa yang kau harapkan.

Pemuda itu pun menuju ke sebuah kuil yang sangat besar lalu menemukan pintu yang pertama. Di atas pintu tersebut tertulis “Ubahlah Dunia”. Ia sangat senang sekali karena dapat mengubah dunia sesuai dengan kehendaknya. Ia pun merasa lelah telah mengubah dunia sesuai dengan kehendaknya. Walau semua sudah menjadi miliknya, namun hatinya merasa tidak damai.

Ia pun keluar dari pintu yang pertama lalu menuju pintu yang kedua. “Ubahlah Sesamamu” dengan semangat ia memasuki pintu kedua. Dengan menggebu-nggebu dia mulai mengubah orang-orang sesuai dengan apa yang ia inginkan dan menelantarkan orang-oang yang tidak ia sukai.

Semua sudah berjalan sesuai dengan kehendaknya namun masih ada rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Lalu ia menuju pintu ketiga “Ubahlah Dirimu”. Dia pun bertekad untuk mengubah dirinya sedendiri dengan segala ambisi dan rasa keterpaksaan demi mencapai hasil yang baik. Namun dia menjadi frustasi karena banyak tekanan dan yang menghimpit hidupnya.

Ia pun kembali menemui sang pertapa.

Pertapa: Apa yang kau dapatkan anak muda?

Pemuda: Aku memang bisa mengubah dunia, namun hal-hal baru terus saja bermunculan. Terkadang ada hal yang aku sendiri tidak dapat mengubahnya. Aku juga sudah mengubah orang-orang disekitarku menjadi seperti yang aku ingini namun aku tetap saja merasa tidak puas. Aku juga sudah mencoba mengubah diriku sendiri namun aku selalu menemui kegagalan dan mendapati diriku yang tidak sempurna.

Pertapa: Bagus bila kau sadar akan semua hal itu. Sekarang kau lihat kembali ke pintu di belakangmu.

Pemuda itu pun membalikkan badannya dan melihat sebuah pintu bertuliskan “Terimalah Dirimu”. Pemuda itu pun menjadi sadar bahwa ia harus menerima dirinya apa adanya. tuhan telah mengaruniakan talenta yang berbeda kepada setiap orang dan tidak bisa dipaksakan untuk mendapatkan apa yang diluar kemampuannnya.

Pertapa itu pun lalu mengantarkan kepada pintu berkutnya yang bertuliskan “Terimalah Sesamamu”. Ia melihat bahwa telah banyak orang yang ia campakkan dan ia tuntut untuk memuaskan semua rasa egoisnya. Sebenarnya segala pro dan kontra, saran dan kritik yang di dapat dari mereka merupakan hal-halo yang dia butuhkan untuk membangun kehidupannya menuju arah yang lebih baik karena segala potensi yang sesungguhnya itu sudah berada daam dirinya sendiri.

Lalu sampailah ia pada pintu ketiga. “Terimalah Dunia”. Dunia tidak dapat diubah. Dunia itu akan tetap ada. Susah atau senang itu hanyalah tentang permainan pikiran. Dunia telah menyediakan banyak hal yang menyenangkan dan semua itu ergantung bagaimana cara dia memandangnya.

Pemuda itu pun meneruskan perjalanan dengan langkah yang mantab. Ia akan menjadi dirinya sendiri dan mulai menghargai sesamaserta memandang dunia itu sebagai karunia yang luar biasa. Pemuda itu menjadi orang yang sangat percaya diri akan kemampuan dan potensi yang ia miliki.

____________________________________________________

Kisah ini saya tuturkan di acara TOUCHING STORY di Radio Bahtera Yudha FM Surabaya Sabtu yang lalu, dan cukup mengundang beberapa comment atas kisah ini.

Sesekali kita harus berdialog dengan diri sendiri. Maksudnya adalah dialog yang jujur dengan diri sendiri, untuk mengungkapkan diri apa adanya, termasuk hal mengakui kelemahan, keterbatasan, bahkan luka-luka batin dan kepahitan, yang mungkin ada dari pengalaman menyakitkan. Kebanyakan orang memilih untuk “lari” dari diri sendiri. Untuk itu, berbagai upaya bisa dilakukan. Biasanya cirinya suka  “bekerja keras” atau workaholic,  yang tidak jarang memang dapat menghasilkan pencapaian demi pencapaian yang mengagumkan. Pilhan lain adalah berdiam diri dalam kemarahan dan kepahitan.

Kita ini tidak dapat mengenal diri kita sendiri, sebelum kita mengenal Tuhan. Atau, lebih tepatnya, kita tidak dapat menerima diri kita apa adanya, sebelum kita mengalami kasih Tuhan yang tak terbatas, yang menerima kita apa adanya. Di dalam Tuhan, kita dapat mengakui keterbatasan dan kelemahan kita, bahkan menertawakannya, karena kita telah berdamai dengannya.

logo_1543818_web

3 thoughts on “TIGA PINTU KEBIJAKSANAAN

  1. Good story…^=^
    Yoi, Kasih Yesus yg tak terbatas dpt membereskan diri akan jiwa&roh yg telah luka/rusak krn sesungguhnya kita diciptakan segambar dgNYA. Dg mengakui segala kelemahan/kesalahan/dosa dihadapan Bapa Surgawi&minta pengampunan serta Darah Yesus yg membasuh utk menjadi tahir maka terjadi awal pemulihan yg harus terus dipupuk dg hidup bergaul/tenggelam dg Roh Kudus terus menerus dlm takut&taat kepadaNYA serta rutin baca alkitab utk memperbaharui semua cara berpikir yg lama yg Tuhan tdk berkenan.
    Tentunya teman/komunitas yg positif akan sangat mendukung pertumbuhan itu. Sebaliknya teman/komunitas yg negatif dpt mengerdilkan bahkan mematikan pertumbuhan tsb. Ingat iblis tidak tinggal diam jika ada seseorang dimerdekakan. Jadi butuh usaha&perjuangan manusia bersama Roh Kudus utk melawannya.
    Setelah tumbuh&kuat bersama Roh Kudus baru bisa menguasai dunia, bukan sebaliknya dunia yg menguasainya krn Tuhan sudah percayakan otoritas kpdnya. Dan tentunya Tuhan mau tetap ada kerendahan hati & bersyukur & buah-buah roh lainnya krn semua itu ternyata bukan hasil usaha manusia semata tapi oleh AnugerahNYA saja.
    Benny Hinn&hamba Tuhan senior lainnya pernah berkata bahwa sesungguhnya kita itu adalah mahluk roh yg hidup dlm tubuh di dunia ini yg sifatnya sementara sedangkan roh yg sifatnya kekal itu kelak pulang kpd Bapa surgawi jadi seharusnya yg lebih berperan besar dlm hidup kt adalah roh itu daripada jasmani. Sehingga yg harus lebih dituruti adalah keinginan roh itu lebih dari keinginan jasamani/daging.
    Hidup adalah proses pembelajaran utk menjadi manusia Baru seperti yg Tuhan kehendaki utk menuju kehidupan kekal.
    No cross no glory.
    Praise The Lord…. We’re set free from any bondages with the blood of Jesus Christ….He never leave us alone… Just follow Him in obidient& fear of God the Father& have an intimacy with Holy Spirit&give thanks for everything.
    Revival has been happened!
    All glory for His name…
    God’s loves never ends.
    ⌣»̶·̵̭̌·✽τнänκ чöü✽·̵·̵̭̌«̶⌣ Jbu all.

  2. Pg.iy kisah d atas sbt kemarin sdh dipaparkan oleh Ko G d acr Touching Story.thx
    Dari kisah d atas saya di ingatkan serta dikuatkan. Bahwa sy hrs mau belajar utk menerima diri sendiri,mengintropeksi diri sendiri dulu,belajar utk berpikir positif,belajar utk selalu bersyukur,belajar utk lbh dewasa dlm karakter serta belajar menerima& beradaptasi dgn lingkungan sekitar dgn lbh baik lg.thank
    Thank u Ko G ats kisahny.met bertugas .tetap tersenyum,tetap lah jadi diri sendiri serta tetap semangat.Semangat7x.Gbu

  3. Before changing others or evenmore-the world, we have to change ourselves first to become Lord Jesus’wants for us. Not easy but simple. Just following Lord Jesus’ words and be yourself. Focus to Him. Easy, isn’t it? Get to try!

Comments are closed.