TERJERAT PERASAAN

Seorang ilmuwan menyelidiki kemungkinan mengubah air menjadi minyak. Sudah sepuluh tahun ia mengerahkan segala kemampuannya mengadakan percobaan di laboratorium. Kini yang dibutuhkan tinggal suatu zat yang dapat menyebabkan perubahan teramat sulit itu.

Suatu hari, ia mendengar nun jauh di pegunungan Himalaya, hiduplah seorang pertapa wanita yang dapat memberi tahu di mana harus mencari zat yang dibutuhkannya. Namun ada tiga syarat, ia harus berjalan kaki menempuh medan yang sulit dan berbahaya; perjalanan itu harus dilakukan seorang diri, tak boleh membawa teman; dan begitu sampai di tempat sang pertapa ia hanya diperbolehkan mengajukan satu pertanyaan. Satu saja.

Terdorong untuk segera mewujudkannya, sang ilmuwan pun pergi ke sana. Berbulan-bulan ia berjalan kaki, mengalami beragam kesulitan dan bahaya untuk memenuhi kedua syarat pertama. Ketika sampai di gua pertapaan, ia amat terperanjat melihat kenyataan yang dihadapi. Dalam bayangannya, ia akan menemui seorang pertapa tua renta yang keriput dan berjenggot lebat. Tetapi pertapa yang berdiri di hadapannya adalah seorang wanita muda, jelita, dengan tubuh seksi, jauh dari bayangannya semula.

Sang wanita pertapa tersenyum manis dan berkata dengan lembut, “Selamat pengembara! Engkau sudah menempuh perjalanan jauh dan sulit untuk sampai ke tempat ini. Apa pertanyaanmu?”

Sang ilmuwan terkejut sendiri mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya, “Nona, boleh saya tahu, Anda sudah menikah atau belum?”

_________________________________________

Begitulah manusia, lupa segala-galanya ketika nafsu di nomer satu-kan !

Jangan sampai goal kita tidak tercapai hanya karena terjerat nafsu duniawi yang memukau kedagingan kita. Mungkin hari ini perjalanan kita sudah ke mana-mana, mencari hakikat sebuah kehidupan, anda sudah menemukan titik terang dan jalan-jalannya. Tapi mungkin hari ini anda tersesat, ayo kita kembali ke tujuan awal kita. Sama seperti quote khas dari Tukul Arwana yang selalu dengan ciri khasnya “Kembali ke laptop !” ketika ia sudah ngaco kemana-kemana dari topik awal perbincangan sebuah acara talkshow di TV itu.

logo