TERHINDAR DARI BAHAYA

Sebuah bus penuh penumpang sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba cuaca berubah dan hujan deras serta petir bersahut-sahutan.

Para penumpang melihat kilat tampak menyerang bus mereka, tapi kemudian bergerak maju tanpa mengenai bus.

Setelah dua atau tiga kali terjadi hal itu, sopir menghentikan bus di dekat sebuah pohon setinggi lima meter dan berkata,

“Seseorang di dalam bus ini, kematiannya sudah pasti hari ini. Karena dia, maka orang lain bisa terbunuh. Saya ingin setiap orang, satu per satu, menyentuh batang pohon itu dan kembali lagi. Siapa pun yang terbukti meninggal hari ini pasti akan tersambar petir dan akan mati. Tapi semua orang lain akan terselamatkan.”

Mereka pun saling menunjuk orang lain untuk menjadi orang pertama yang keluar dari bus dan menyentuh pohon itu serta kembali lagi.

Dengan enggan, seseorang turun dari bus dan pergi dan menyentuh pohon itu. Hatinya melompat dengan sukacita saat tidak ada yang terjadi padanya dan ia masih hidup.

Begitu seterusnya untuk penumpang lain, yang juga lega saat menyentuh pohon dan tidak ada yang terjadi padanya.

Saat giliran penumpang terakhir, semua orang menatapnya dengan tatapan menuduh. Penumpang ini pun sangat takut dan enggan.

Semua orang memaksanya untuk turun dan pergi menyentuh pohon itu. Dengan takut mati, penumpang terakhir ini berjalan menuju pohon dan menyentuhnya.

Ada suara guntur yang sangat besar dan petir menerobos dan menyambar bus itu, ya petir itu menyambar bus!

Dan menewaskan semua penumpang yang ada di dalam bus. Jadi, karena kehadiran penumpang terakhir itu selama ini, seluruh penumpang bus aman dan petir tidak menyambar.

__________________________

Terkadang kita mencoba untuk meraih pujian atas prestasi kita, tapi ini juga bisa terjadi karena seseorang berada tepat di sebelah kita.

Mungkin seseorang ada di sekitar kita, entah orangtua, pasangan, anak, saudara, teman, atau siapa pun yang menyelamatkan kita dari bahaya.