TAK BISA MEMILIH

Seorang anak masuk ke toko permen bersama ayahnya dan terpesona oleh berbagai sajian yang ditawarkan.

Apa yang harus saya pilih? Apa yang harus saya pilih? Apa yang harus saya pilih?” tanyanya pada dirinya sendiri.

Ayo, Nak, kita tidak punya waktu banyak !” kata ayahnya.

Ini adalah favoritku. Tidak! Tunggu, ini adalah favoritku.”

Anak kecil itu berjalan di sepanjang gang, mengambil tas, dan mengembalikannya. Ia tidak bisa mengambil keputusan.

Cepat, pikirkan, kita harus pergi,” kata ayahnya yang mulai tidak sabar.

Dengan panik, anak itu berlari mengelilingi toko, matanya bergerak dari satu rak ke rak yang lain, tapi semua pilihannya terlihat sangat bagus, dan ia tidak dapat mengambil keputusan.

Akhirnya, sang ayah merasa sudah cukup, meraih tangan anaknya dan mereka keluar dari toko dengan tangan hampa.

Anak kecil itu menangis. Ia menginginkannya semua, tapi berakhir tanpa apapun karena ia tidak bisa memilih hanya satu.

____________________________

Kita semua seperti anak kecil itu.

Dunia adalah toko permen itu.

Kita memiliki segudang pilihan yang tersedia bagi kita, namun jika kita tidak membuat keputusan mengenai karir, pendidikan, hubungan, investasi, keyakinan atau masalah penting lainnya, akhirnya kita hanya hidup dengan tangan hampa.

Terkadang kita kuatir membuat pilihan yang salah.

Bagaimana jika kita menyesali arah yang kita ambil dan sudah terlambat untuk kembali?

Bahaya yang lebih besar adalah bahwa kita tidak membuat keputusan sama sekali dan akhirnya tidak menuju ke mana pun dan tidak berbuat apa pun.