SUAMI VS ISTRI

Kisah 1:

Seorang pria yang sakit dibawa ke rumah sakit oleh istrinya yang sangat cerewet dan banyak bicara. Dokter memeriksa pasien secara detail. Tapi istri pria itu sangat mengganggunya. Akhirnya dokter mengatakan kepada pria itu, “Anda sangat membutuhkan istirahat. Saya akan meresepkan obat penenang. Nanti berikan kepada istri Anda.”

Kisah 2:

Socrates, filsuf Yunani, mempunyai istri yang mengomel dan sering bertengkar, Xanthippe. Suatu hari ia berteriak marah pada Socrates dan teman-temannya. Karena tidak ada reaksi, temperamennya semakin meninggi. Ia mengambil sebuah ember penuh air cucian dan menuangkannya di atas kepala Socrates.

Socrates berkata sambil tersenyum kepada teman-temannya, “Kita tahu bahwa petir akan diikuti oleh hujan!” Kemudian, ia menyarankan kepada seorang pemuda, “Dengan segala cara, menikahlah. Jika Anda mendapatkan istri yang baik, maka Anda akan menjadi bahagia. Jika Anda mendapatkan yang buruk, Anda akan menjadi seorang filsuf.”

________________________________

Apakah 2 kisah ini membuat anda tersenyum kecut atau tertawa terbahak-bahak ?

Wahai suami, coba lihat istrimu. Apa yang dulu kau harapkan darinya? Cantik? Langsing? Putih? Manja? Kira-kira apa itu yang bisa menyelamatkan pernikahanmu hingga sekarang?

Wahai istri, coba lihat suamimu. Apakah kamu memilihnya karena dia kaya? Ganteng? Pekerjaan mapan? Kira-kira apa itu yang akan menyelamatkan pernikahanmu hingga sekarang?

Renungkanlah. Apa yang kamu lihat tampak indah tidaklah selalu indah pada kenyataannya. Jangan membandingkan dengan keadaan siapapun karena kita tidak pernah tahu masalah yang dihadapi setiap orang.

•Ada yang suami istri kaya tapi dikaruniai anak

•Ada yang suaminya punya jabatan mapan tapi istri di tinggal-tinggal karena selingkuh dengan bawahannya.

•Ada yang suaminya ganteng istrinya kita anggap biasa-biasa saja ternyata suaminya mengidap penyakit dan istrinya setia mendampingi.

•Ada yang pasangan suami istri ganteng cantik tapi ternyata suaminya menyukai sesama jenis dan istrinya tukang ngemplang hutang.

Masalah-masalah itu nyata adanya. Semua tidak ada yang sempurna.

•Istrimu tidak secantik teman-temanmu di kantor?
Wanita-wanita itu pun di rumahnya tidak secantik saat di kantor.

•Istrimu tidak secantik wanita-wanita di foto-foto?
Wanita-wanita itu pun di rumahnya tidak secantik saat di foto.
Apa yang kamu kejar? Jangan tertipu !

Istri yang nampak biasa-biasa itulah yang selama ini setia menemanimu dalam susah dan senang. Yang mencintaimu saat kamu tak punya maupun saat sudah berdompet tebal. Yang senantiasa mandoakan keselamatan untukmu. Jangan kau tukar dengan wanita-wanita yang cantik-cantik saat bermake up, bermanja-manja karena kamu ada uang, tidak ada ketulusan mencintaimu. Bayangkan jika kamu tak punya, apa kira-kira wanita-wanita itu mau setia?

Suamimu mungkin tidak berlebihan dalam harta, bukan juga berjabatan tinggi. Tapi dialah yang menemanimu mengurus anak-anak, membuatmu tertawa dalam kekonyolan-kekonyoan hubungan rumah tangga.

Banyak hal-hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Mencuci piring bersama. Memasak nasi goreng bersama sambil tertawa. Patungan melunasi tagihan rutin. Bahu membahu mengurus anak. Bahkan masih saling tersenyum saat kendaraan mogok karena ban pecah.

Kira-kira jika suamimu terpandang apa dia mau menemanimu mengurus hal-hal tersebut? Alasan sibuk. Tidak ada waktu. Belum lagi merasa bukan levelnya untuk mengerjakan hal-hal tersebut. Jangan kau rusak kebahagiaan karena engkau tidak bersyukur.

Bersyukurlah maka hidup ini terasa indah. Bukan bersyukur karena bahagia, tapi berbahagia karena selalu bersyukur. Tidak ada kebahagiaan selain dalam ketaatan kepada Tuhan

Kaya atau miskin akan bahagia jika taat. Cantik atau biasa-biasa akan bahagia jika taat. Sakit atau sehat akan bahagia jika taat. Punya anak atau belum punya anak akan bahagia jika taat. Punya rumah atau belum punya rumah akan bahagia jika taat. Hanya jika taat pada Tuhan, janji  Tuhan pasti ya dan amin.