Sikut-Sikutan euy!

Hari Kamis sore 25 Oktober 2018 dalam sebuah perjalanan pelayanan ke Prigen,
saya, Frans bersama istrinya,  dan Peter, kami ini ngobrol banyak sekali tentang dunia pelayanan.

Senang dan beruntung sekali saya ini bisa beberapa kali se-pelayanan bareng ama mereka, para kakak senior saya.

Kakak senior jarene! Hahaha…!
Ops, kakak senior belum tentu secara usia lebih banyak kan?!

Saya ini tergolong terlambat memenuhi undangan Tuhan Yesus untuk masuk dalam panggilanNya.

Mereka sudah mulai melayani Tuhan sejak tahun 90an.
Sedangkan saya baru tahun 2004 mulai keluar dari kandang untuk melayaniNya.
Jadi banyak belajar lah bagaimana sepak terjang dunia pelayanan itu.

Nah salah satu obrolan yang hot, se-hot cuaca Surabaya sore itu adalah tentang “sikut-sikutan“!

Nah loh! Pernah gak Anda dihadapkan dalam sebuah situasi #sikutsikutan,
baik di dunia kerja maupun di dunia pelayanan.

Anda bisa disikut dengan cara,

Yang pertama,
dijelek-jelekkan alias difitnah.

Dicari terus kesalahan kita.

Waduh sakit banget ya!?

Sudah dituduh sesuatu issue yang gak sesuai dengan realita,
eh masih menanggung derita dengan habisnya karir kita!

Jadi gak cuma karakter saja yang dibunuh,  api dapur pun dipadamkan!

Jadi harus bagaimana kalau sudah begitu?

Kalau saya begini. Ada kan namanya roh #EGP
Emangnya Gue Pikirin?

Kan hidup kita bukan ditentukan dari perkataan orang,
tapi tergantung apa kata Tuhan kan?

Dan juga, Tuhan sanggup kok gantikan apa yang sudah sengaja dihilangkan orang dari kita,
asal emang kita tulus dan benar loh!

Yang kedua,
anda juga bisa disikut dengan cara didiamkan stagnan di posisi yang mulai dari dulu sampai sekarang juga di sana-sana terus.
Gak ada peningkatan!

Nah kalau yang ini, jangan sampai dihinggapi roh #GGA
Gitu-gitu aja!

Jadi akhirnya kuat-kuatan gitu, dia atau kita yang keluar duluan. Mau nunggu masa pensiun berakhir atau kita yang mengundurkan diri,

Kalau misalmya situasi sudah tidak bisa membuat anda ber-proses sambil ber-progress di tempat itu,
ya sudahlah!

There’s no other way
than to say #goodbye !

Mengerti kan maksud saya? Hahahaha!
Maksud saya, itu kan petikan lagunya Air Supply yang legend itu.
Se-legend Anda juga! Hahaha!

Jadi teman, yooook…. stop sikut-sikutan!

Yang di bawah, ayo belajar sama yang di atas.
Jangan anti untuk belajar banyak hal dari atasan.

Yang di atas, ayo ajaklah yang di bawah untuk maju bersama.
Jangan ditekan terus sampai penyet.
Emang tempe apa dipenyet?

Yang se-level, mari temukan kekuatan di balik kebersamaan.

Jangan hina angka NOL yang mungkin tak bernilai.
Sebaliknya, angka SEMBILAN jangan sombong dulu karena terbesar nilainya di banding angka lainnya.

Semakin banyak angka NOL di sandingkan dengan angka lainnya,
makin besar loh nilai angka tersebut!

Pilih mana 9, 90, 900, 9000, 90000, 9000000, dan seterusnya?

Yo wes, perbicangan di mobil sore itu diakhiri dengan makan rawon bersama di sebuah warung yang sederhana dengan rasa yang mewah.

Langganannya Peter katanya!

Gideon Yusdianto
instagram @61d30n