SENTUHAN KASIH

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: “Ya ampun…dia benar-benar mirip denganmu ya!” Suamiku menjawab: “Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.” Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.

Bayi kami itu, kami beri nama Kris. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Keri! Maksudnya ia adalah Kris. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Kris tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Kris ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Kris menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Kris sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.
Badan Kris terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Kris terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak hari itu, Kris jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan thesis-nya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.
Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Kris telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu: “Ya ampuuun…! Kulitnya gelap! Persis seperti kulitmu, Yang!”
Kris menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. “Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”
Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu.
Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. David kecil, anak Kris, sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Kris anakku menyergah sambil berteriak menghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.
Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Kris, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.
Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kau hempaskan Kris di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”

Aku ingin anakku menirumu,spertiMU ya Tuhan! Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka. Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, “Bekas kotoran ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?”
Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari kasih karuniaMU ya TUHAN, bukankah begitu?
Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Kris. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.
Dada Kris berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.
Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka.

Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Kris, si David kecil ke pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”
Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Tuhan telah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.
Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Tuhan! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.
Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, aku ingin sekali berkata: Tuhan. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu ya Bapa!

____________________________________________________

Nah, apakah anda yang membaca saat ini ada yang ayah-ayah? Atau anda calon ayah ? Jangan remehkan arti sentuhan dari sejak usia dini anak-anak anda. Tanpa anda sadari ternyata anak anda terluka, dan akhirnya cenderung mudah melukai hati anaknya, yaitu cucu anda kelak. Bila anda seorang istri-istri, atau calon istri-istri, paling tidak anda juga berkewajiban mengajarkan bagaimana keluarga anda menjadi saling hangat satu dengan yang lain. Minimal anda bisa berikaan kisah hari ini di blog saya ini untuk mereka baca.

Tidak ada orang yang bisa hidup “dingin” tanpa kasih dan sayang, Ketika seorang anak ia belajar menerima sentuhan bahkan belaian kasih, itu akan sangat menolong mereka untuk berelasi juga terhadap orang lain. Kasih dari seorang ayah akan membuat anaknya berpikir positif dan mampu menjalani kehidupannya dengan bijaksana.

Mari, belum terlambat untuk belajar memberikan sentuhan kasih dimulai hari ini, detik ini juga setelah anda membaca tulisan saya. Jangan sampai games, TV, Social Media bahkan kesibukan dan pelayanan membuat anak kehilangan sentuhan kasih orang tuanya. Selamat mengasihi !

logo_1543818_web

 

3 thoughts on “SENTUHAN KASIH

  1. Kisah yg bagus..
    Cara orang tua mendidik anaknya, sangat berpengaruh pd prilaku anak2 mereka kelak.
    Terkadang cara mendidik org tua qta tanpa qta sadari qta terapkan anak2 qta.
    Maka dari itu didikan yg baik terutama sesuai dgn firman Tuhan pasti akan menghasilkan buah yg baik u/anak2 qta & keturunan qta tentunya.
    Aq bersyukur u/kedua ortuku, mereka tdk meninggalkan warisan tp mereka meninggalkan didikan yg baik u/anak2nya..|•_•|

  2. Pg.crita bagus.walau saya sejal kcl krg mendptkan kasih figur seorg papa&Kakek dari kedua pihak keluarga pa”&ma”.tp saya percaya&Yakin saya tdk akn pernah kekurangan Kasih YESUS sepanjang usiaku.
    Thank Ko G ats kisahnya hr ini.Smg slu bersemangat,ceria&sehat.Amin
    Tetap trs melayani&Berkarya.serta tetap jd diri sendiri.Semangat7x.Gbu

  3. Nice story…^=^
    Seperti Firman Tuhan katakan janganlah ayah/ibu melukai hati anaknya, sebab akan meninggalkan trauma/kepahitan/luka batin dalam hidupnya yg jika tidak ada pemberesan/kelepasan/pemulihan jiwa baik oleh ortu maupun dg balutan kasih Tuhan Yesus akan mengakibat si anak tanpa disadari cenderung melakukan hal yg sama yg dia terima dari ortunya.
    Di Firman Tuhan jg dikatakan hormatilah ayah ibumu yg jika tidak dilakukan akan menghambat keberhasilan si anak dalam menapaki kehidupan.
    Sepertinya hukum tabur tuai jg berjalan…
    Oleh karena itu sebaiknya berusahalah yg terbaik utk melakukan bagian/peran masing-masing sesuai Firman Tuhan krn semua tatanan itu sudah diatur oleh Tuhan utk semua ciptaanNYA untuk menghasilkan harmonisasi hidup yg berkemenangan krn semua kesalahan/kutuk/ dosa/kematian akibat dosa awal adam sudah lunas, genap, tuntas dibayar oleh penebusan darah Yesus Kristus. Tidak ada hutang darah/tuntutan lg.
    Jadi dg otoritas Tuhan Yesus rebut kembali semua kemenangan yg sudah Tuhan Yesus berikan utk kt yg sempat dicuri iblis dari hidup kt dg mengaplikasinnya hidup sesuai Firman Tuhan dg anugerah pimpinan Roh Kudus.
    Have a great Victory life from right now! Great Jubilee…..
    -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸THANK YOU•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶‎​. Jbu all

Comments are closed.