SELAMAT JALAN MALAIKATKU

Sebenarnya apa sih arti kebahagiaan. Buat aku, kebahagian itu dilihat dari siapa saja yang ada di sekitar kita.  Tapisayangnya kebahagiaan yang aku miliki rasanya dikotori oleh pikiran aku sendiri.

Alkisah, aku punya keluarga lengkap, ayah, ibu dan seorang kakak laki-laki. Tapi kakak laki-lakiku ini sangat berbeda. Dia seperti penghalang kebahagiaan dalam hidupku, bukan karena dia pintar ataupun bisa merebut kasih sayang orang tuaku. Tapi karena dia idiot.

 

Tapi dari dia, aku belajar akan satu hal, satu hal yang mengajarkan bahwa dialah malaikat dalam hidupku yang berwujud manusia

Idiot dalam arti kata bego, cacat dan bikin malu aku sebagai adik. Tidak ada yang bisa aku banggakan dari dia, umurnya  5 tahun lebih tua dari aku, tapi begonya seperti 10 tahun lebih mudah dariku. Aku tidak heran, mama sampai harus rela menunda kelahiranku 5 tahun kemudian, hanya demi merawat dia.

Dalam bahasa kedokteran, dia itu kena “down syndrom yang bikin otak dia itu bego. Tidak penting apa penyakit yang dia bawa sejak lahir, seharusnya dia itu tidak usah pernah ada saja mestinya, karena menurut aku, dia itu hanya bikin malu.

Sejak kecil, aku selalu bilang ke mama.,kalau mau jemput aku di sekolah, jangan pernah bawa Hendra ( nama kakakku) atau aku tidak  akan pernah pulang bareng mereka.  Mama tetap cuek saja membawa kakak. Akhirnya kalau mereka datang, aku kabur dari sekolah dan memilih pulang sekolah dengan jalan kaki.

Sampai di rumah, mama bakal marah kepadaku dengan kalimat yang sama,

“Dewi,  kamu ini tidak tau berterima kasih,  mama sama kakak sudah capek-capek jemput kamu, kenapa malah kabur?”

“ Siapa bilang Dewi kabur?”

“ Kakak kamu walau seperti ini, tapi dia itu tidak akan lupa muka adiknya yang lari dari dia?”

Aku terdiam dan bisa bayangkan kalau kakak  nunjuk-nunjuk tangannya saat aku berusaha lari dari mereka,

“ Siapa suruh bawa dia, Dewi kan malu punya kakak bego kayak gitu.. Dewi sudah bilang jangan jemput kalau ada dia.. ” kataku langsung lari ke kamar.

Aku tidak pernah mau mengerti? Apakah kalimat yang aku ucapin itu, bisa membuat kakakku mengerti kalau aku tidak suka sama dia. Tapi kalimat itu cukup bikin mama marah. Ga peduli lah.. yang penting aku gak mau diledekin teman-teman karena punya kakak idiot seperti dia.

***

Sebenarnya kakak tidak terlalu jahat dan bikin repot aku dalam kesehari-hariannya. Dia bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri dan bisa main sendiri tanpa perlu ditemani siapa-siapa. Kalau tiba-tiba dia muncul saat aku lagi asyik nonton tv, aku selalu suruh dia pergi, dengan wajah dia yang bego dan mukanya yang culun. Dia malah memaksa ikut nonton sama aku. Karena jengkel aku teriak.

“ Eh idiot pergi deh, aku males banget loe nonton sama aku.. sana pergi..”

“ Dewi.. adik kakak.. kenapa benci sama kakak..??” kata dia sepatah-patah,

Aku terdiam.

Sebenarnya tidak ada jawaban kenapa aku harus benci dia. Aku cuma merasa hidupku ini tidak seperti teman-teman yang lain. Punya kakak yang normal, bisa jadi pelindung, jadi teman ngobrol. Tapi kakakku? Rasanya mustahil!

Akhirnya aku mengalah dan pergi dari ruang tamu, membiarkan dia nonton tv sendiri.

Dulu, saya tidak terlalu peduli dan tidak pernah sebenci itu sama kakakku, Waktu kecil, aku sering main boneka sama dia, main lari-larian. Atau berbagi tv yang sama. Aku merasa semua baik-baik saja sama dia, sampai akhirnya ketika aku mulai remaja dan pindah SMP, semua berubah. Awalnya teman-teman tidak ada yang tau kalau kakakku itu idiot, sampai akhirnya seiring waktu banyak yang melihat sendiri kakak aku ketika mama menjemput aku sama dia, aku mulai merasa malu. Teman teman yang mulai tau, kalau aku punya kakak idiot, mulai suka membicangkan tentang kami. Kalau ada soal pelajaran yang di depan kelas ketika saya harus maju untuk menjawab saat disuruh pak guru, dan aku gagal. Ada suara teriakan yang bikin hatiku  sakit.

“ pantes aja ga bisa, secara.. kakaknya aja idiot, apalagi adiknya..”

Mendengar itu, aku jadi kesel sendiri. Dan pulang ke rumah, kalau dulu kakak langsung ajak aku main boneka, kali ini boneka yang dia kasih ke aku, langsung aku lempar,

“ jangan main sama aku lagi,..”

“ Ke.. napa ?” Tanya kakak gua.

“ Aku malu punya kakak idiot kayak loe..”

Dia terdiam. Mungkin berpikir apa yang aku lakukan ke dia.tapi aku tidak peduli. Jadi mulai saat itu setiap dia ajak aku main, aku akan marah dan tidak mau. Ibu selalu suruh aku main sama dia dan aku malah nangis.

“ Mama, kenapa sih Dewi punya kakak cacat kayak gitu, Dewi kan malu di sekolah teman-teman pada ledekin Dewi.. idiot, bego-lah ini itu, ani malu ma..”

Mama malah namparku dan kakak  ngeliat itu. Dia langsung tarik tangan mama.

“ dasar anak gak tau diri, berani-beraninya kamu ngomong gitu ke mama dan kakak kamu..”

“ Salah apa Dewi, salah kalau ngomong jujur kalau Dewi malu.. malu punya kakak kayak gitu.. cacat, bego, idiot…” kata aku sambil lari ke kamar.

Mama hanya bisa peluk kakakku.  Kakakku yang mungkin cacat, dia pasti mengerti raut  wajahku yang emosi dan marah. Mama hanya bisa menangis dan kakak membelai rambutnya dengan perlahan seperti membelai kucing yang sering dia temukan di jalan.

***

Papaku berkerja di di pertambangan jadi tidak  pernah pulang kalau setahun sekali. Kalau pulang pun, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakak ku cacat, padahal aku juga anaknya, tapi kasih sayang ke aku cuma sebatas ngasih duit dan cium di kening, beda sama kakak  yang dianggap anak emas. Aku tidak perlu iri dengan yang ini, yang penting aku dapat uang saku sebab aku tau, mama tidak akan kasih duit ke aku kalau ga ada embel-embel mau temenin kakak yang idiot untuk main bersama.

Yang namanya remaja, pasti mulai merasakan jatuh cinta. Jadi, di sekolah seberang, ada anak ganteng yang aku suka banget namanya Aji. Aku sering ngeliat dia main basket bareng anak-anak cowok di sekolah di taman. Suatu ketika, aku sampai rela-rela jadi pembokat klub basket sekolah yang khusus bawain minum buat pemain basket Cuma untuk kenal sama dia. Aku gak jelek dan juga cantik, tapi aku yakin kalau cinta yang tulus pasti kelak akan terbalas.

Tanpa aku sadari, Aji sering liat aku jalan kaki pulang ke rumah, dia kan naik motor. Merasa kasihan atau emang suka sama aku, akhirnya dia menawarkan tumpangan. Astaga, hatiku benar-benar berbunga-bunga banget ketika tawaran itu datang. Tapi aku tau, akan jadi masalah kalau sampai dia tau rumahku dan melihat kakakku yang cacat, dengan terpaksa aku menyuruh dia mengantarkan aku sejauh 100 meter dari rumah , sebab aku tau, kakak selalu menyambutaku di depan rumah setiap aku mau pulang. Apa jadinya kalau dia tau aku punya kakak cacat, pasti dia ilfeel sama aku.

Tanpa terasa , aku semakin dekat sama dia. Impian untuk punya pacar seperti dia nyaris tercapai ketika dia mengundangku ke ulang tahun dia sebagai tamu istemewa. Aku tentu harus kasih dia hadiah yang istemewa. Oleh karena itu, aku harus meyogok ibuku dengan berpura-pura baik dan mau main sama kakakaku yang idiot itu sampai duitku terkumpul untuk memberi hadiah ke Aji. Diam-diam, aku pernah nanya ke dia, mau hadiah apa kalau nanti ultah.

“Apa aja dari kamu aku terima kok, walau hanya bunga di jalan..” ujar Aji yang bikin jantung nyaris copot karena romantis

Dari teman-temannya, aku tahu Aji paling suka yang namanya helm sport. Tapi harganya mahal banget, dan aku tau, apapun yang aku lakukan sekaligus jadi baby sister kakakku yang cacat, tidak akan dapat membeli helm itu. Terpaksa aku memikirkan hadiah lain untuk dia. Sambil menemani  kakakku main, aku jadi membayangkan apa yang harus aku beli. Kakak yang merasa aku suka bengong lalu nanya.

“ Kok , main monopolinya lama , adik bengong ya..?” kata kakak yang walau idiot jago sekali mainnya.

“ mau tau aja, “ kataku sambil melangkahkan langkah monopolinya.

Tiba-tiba aku jadi kepikiran, mungkin gak ya, kakak  yang idiot ini punya duit untuk menyumbang bantu aku beli helm.
“ Eh, kak, punya duit gak?” kataku dan dia langsung menyodorkan duit monopoli yang bikin aku BT.

“ Duit beneran tolol, bukan duit kayak gini, duit kayak gini aku juga banyak..”

“ Buat.. apa?” Tanya dia kalau ngomong suka kepatah-patah khas orang tolol.

“ ada kagak..?” Tanyaku kesel.

Tiba-tiba dia hilang ke kamarnya dan balik lagi dengan toples yang berisi uang benaran.

“ ini.. untuk adik..”

“ Beneran loe?? Duit ini hasil tabungan loe selama ini, banyak bener ?!”

“ untuk adik.. kakak kasih..”

“ yakin..?”

“ iya.. tapi temanin kakak beli permen di supermarket..”

“ Cuma itu doang syaratnya.. gampang banget. Capcus yukkk” kataku sambil menggandeng dia ke supermarket terdekat.

Akhirnya berkat kakak , aku bisa beli hadiah terindah untuk Aji. Rasanya bahagia sekali, tapi aku tahu, Aji ini pasti bakal mengundang banyak orang dalam ulang tahunnya. Jadi aku harus jadi special di hari itu, aku harus dandan yang cantik dan benar-benar terlihat hebat di pesta ulang tahunnya.

Sampailah tiba pada waktunya.

“ mau kemana Dewi?” Tanya mama sambil nonton tv sama kakak.

“ mau ke ulang tahun teman. “

“ kamu ngambil duit kakak kamu ya?” Tanya mama.

“ gak tuh, dia yang ngasih sendiri, Tanya aja sendiri sama dia..”

“ ooo. Pantesan duit tabungan dia habis,. Kamu tau gak, dia nabung duit itu buat beli kado ulang tahun kamu minggu depan.. “ kata mama yang langsung bikin aku sadar kalau minggu depan aku ulang tahun.

“ oo…gitu, makasih deh, sama aja kan duitnya juga ke Dewi sekarang.”

“ mau ke ulang tahun dimana Wi..?”

“ Di samping sekolah itu, kafe hijau. Si kakak juga tau, kan sering minta beli es hijau disana..”

“ ya udah, hati-hati..”

Dengan perasaan bebas merdeka tanpa larangan mama, akhirnya aku melangkah kaki seribu menuju ulang tahun Aji. Sampai disana, aku benar-benar ga salah tebak, banyak cewek-cewek yang diundang ke ulang tahunnya, termasuk Agnes, musuh bubuyutanku di sekolah yang suka reseh. Saat aku masuk ke dalam dia langsung negur

“ eh adiknya si idiot, datang juga kesini.. ngapain? Gak bawa kakak loe kesini? “ kata dia dan aku diam saja.

Aku melihat Agnes sudah bawa kado dan tiba-tiba teringat kalau kadoku ketinggalan di rumah.

“ kado dari gua istimewa loh, kado dari loe mana Wi? Jangan bilang loe datang cuma mau numpang makan gratis.’

“ gak usah reseh deh kamuu. aku punya kado, kado yang gak perlu aku kasih liat ke loe..”

“ oh ya.. Puji Tuhan masih tau diri juga..”

Agnes pergi meninggalkan aku dan aku merasa bodoh sekali ketinggalan kado untuk Aji, kalau balik lagi ke rumah pasti acara penting pemberian kue ulang tahun pertama dari Aji bakal kelewat. Aku tidak akan rela kalau si Agnes yang dapat kue pertama. Aku pun berpikir memeras otak untuk membuat suasana jadi tidak  rusak.

Dirumah.

Kakakku yang bodoh itu, tiba-tiba melihat hadiah kotak yang tidak sengaja terletak di lantai, jadi kado itu ketinggalan saat aku lagi iket tali sepatu, dan langsung ninggalin begitu aja. Dia tau dan pasti ingat kalau aku akan ke pesta ulang tahun yang tadi akusebutin, dengan nekad dia bawa kado itu sendirian tanpa sepengetahuan mama yang lagi cuci piring di dapur. Walau bersusah payah mengingat jalan, akhirnya dia tiba juga di depan tempat kafe hijau sambil bawa kado di tangannya.

Ketika pesta berlangsung dan Aji mulai mau sebutin kue pertama dia, aku dan Agnes saling berpikir untuk mendapatkannya. Tapi tiba-tiba Aji menyebut namaku, Aku senang banget dan maju dengan muka kemenangan di depan Agnes yang sewot mampus.

“ Aji maaf ya, kadonya ketinggalan nanti aku kasih besok pas di lapangan basket ya..”

“ iya gapapa, ini kue pertama special untuk kamu.”

Dan saat moment penting itu, kakakku yang idiot muncul. Sambil berteriak.

“ adik.. adik.. adik… ini kadonya.. kadonya..”

Semua orang melihat ke kakakku. Dan Aji pun gitu. Mukaku langsung terkejut. Agnes mengunakan kesempatan itu sambil berkata.

“ wah, kakaknya si Dewi datang tuh, si idiot.. akhirnya adik dan kakak idiot berkumpul hahahaha ”

Kakakku yang marah kerena merasa Agnes meledekku, langsung menyerang Agnes hingga mukanya jatuh ke depan kue ulang tahun dan terceplak di mukanya. Aku yang malu melihat kejadian itu langsung panik. Aji bertanya.

“ itu kakak kamu?..” Aku bengong sambil tak bisa menjawab apa-apa

“ bukan.. dia bukan kakakku! ..” kataku lari keluar dari pesta dan merasa malu sekali, karena panik tanpa sadar sepeda motor melaju cepat dan menabrakku sampai akhirnya aku  terpental tanpa bisa melihat apapun selain orang terakhir di atas bayangan mataku adalah kakakku yang berteriak-teriak

Adik.. adik..

***

5 hari kemudian, akuterbangun, terbangun dengan kondisi tanpa bisa mengerakan kaki dan tangan, tulang leher patah karena tabrakan itu. Papa dan mama ada disampingku. Tapi ada yang kurang lengkap dari kedua orang itu, yaitu kakak.

“ Ma, aku dimana?” kataku  sambil merasakan mata yang sakit.

“ dirumah sakit.. kamu uda gak bangun sejak 5 hari lalu, kamu koma selama itu.”

aku melihat sekeliling dan memang lagi ada di rumah sakit dan beberapa alat kedokteran,. Tapi bukan itu yang aku mau lihat. Aku mau lihat kakakku, aku merasa dalam tidur , selalu terbayang dia. Bayangan dimana mimpi saat masa kecil yang bahagia bermain sama dia, dia gendongaku, dia kasih makanan yang aku suka dan terakhir dia bilang dia sayang aku dengan terpatah-patah.

“ kakak mana?”

Mama menangis, dan papa terdiam dengan berat hati berkata.

“ dia lagi dirawat di ruang sebelah ..”

“ loh dia sakit apa? Kok juga masuk rumah sakit?”

Aku bangkit dan ortuku membantuku berjalan ke ruangan sebelah dan melihat kakak yang sedang tertidur sambil meluk boneka yang dulu sering dia kasih ke aku.. Aku melihat kakak dengan keprihatinan dan kedua matanya  tertutup dengan perban,

“ kakakmu memberikan kedua matanya untuk kamu, ketika kecelakaan kamu terjatuh dan kedua matamu rusak karena cairan raksa yang dibawa motor itu terkena mata kamu.”

“ astaga. Jadi kakak ga bisa ngelihat lagi??..”

Aku menangis saat mendengar kalimat itu.

“ Bukan cuma itu, ada pendarahan yang terjadi setelah operasi dan kakak kamu jadi kritis gini.”

Aku meraih tangan kakak  sambil berkata.

“ kakak, bangun, maafin Dewi.. kakak, bangun. Dewi janji setelah kakak sembuh, Dewi akan sayang sama kakak lagi..Dewi mohon..”

Tangan kakak bergerak dan berkata dengan seperti biasanya.

“ Adik.. adik.. kakak sayang kamu.. selamat ulang tahun” kata kakak untuk ucapaan terakhir dia

Dan kalimat itulah terakhir yang terdengar dari dia. Dia telah pergi untuk selamanya, selamanya untuk membuat aku tetap hidup dengan kado kedua matanya untukku. Dokter sempat menolak untuk memberikan matanya ke aku, tapi kakak  ngotot. dia merasa tidak boleh ada orang lain yang cacat yang sama di keluarga ini selain dia, mama juga menolak, tapi kakak marah dan tidak mau makan sampai dia bisa memberi kedua matanya untukku. Akhirnya mama luluh, dia ikhlas, dan operasi ke akunya berhasil tapi kakak mengalami  pendarahan dan akhirnya kritis dan pergi untuk selamanya. Selamanya untuk membuat aku merasa tak perlu merasa malu memiliki kakak seperti dia. Dia bukan hanya seorang kakak yang bertahan atas penderitaan yang dia miliki sebagai anak yang lahir dengan kerterbatasannya, tapi dia adalah seorang kakak berhati malaikat yang tanpa pernah berhenti mencintaiku sebagai adiknya.

Tanpa pernah merasa sakit hati oleh kalimat kalimat yang terkadang lebih menusuk daripada aku memukulnya dengan keras.

Kakak, karena dirimu lah kini aku sadar,

Aku tidak terlahir untuk sempurna tanpamu, walau dunia ini mungkin tidak pernah adil untuk kehidupanmu saat ini, apapun yang kamu lakukan atas dasar yang kau pikirkan, kaulah tetap kakakku yang terbaik, terbaik yang ingin pernah kusampaikan kepada dunia.

Bahwa hanya ada satu kesempatan untukku bersamamu dalam hidup ini yaitu saat saat kau hidup bersamaku.

Selamat jalan Kakak tercintaku, Maafkan aku 🙁

“JANGAN SAMPAI TERLAMBAT MENGASIHI ORANG-ORANG TERDEKAT ANDA. TUNJUKKAN KASIH ANDA PADA MEREKA SELAMA MEREKA MASIH HIDUP, KARENA MEREKA TIDAK DAPAT MERASAKAN KASIH ANDA JIKA MEREKA SUDAH MENINGGAL.”

7 thoughts on “SELAMAT JALAN MALAIKATKU

  1. Air mata di pagi hari membuka mata hati,
    Tidak akan pernah ada yang tahu batas usia seseorang,
    “Ajarilah kami ini saling mengasihi..
    ajarilah kami ini saling mengampuni, ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan……
    kasihMu kudus tiada batasnya”

  2. Luar biasa kisah2 yg dibagikan. Apalagi yg 1 ini bikin saya jadi terharu meneteskan air mata ketika membacanya.. thanks ko Gideon..

  3. Hiks..hiks..sedih bgt bca kisahx. Seorang kakak yg rela melakukan apapun demi adik trcinta. Dia bnr2 memiliki hati sprti malaikat.,krn cacat fisik bknlah mnjdi penghalang u/mnjadi berkat bgi sesama:). °·τнäиκчöü·° Ɣªª bwt kisahx. GBu..

  4. Sangat mengharukan kisah2 yg dibagikan. Terutama yg ini, sampe pingin nangis. Thx Gideon. GBU

  5. cerita yg mengingatkan kita utk saling mengasihi selama masih Ǟϑǟ, bagaimanapun kondisi seseorang, krn kl sdh tdk Ǟϑǟ kita baru menyadari dan Άΰ membuat penyesalan yg tdk bs terhapuskan oleh apapun. ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ ⌣̈​ Gideon atas cerita nya yg BªªGº°˚°ºS≈

Comments are closed.