SEBUAH PERAN

Hari kenaikan kelas sebentar lagi tiba, ada banyak kegembiraan di mana-mana. Persiapan untuk berbagai acara kenaikan kelas terjadi di sebuah sekolah.

Rama adalah salah seorang anak laki-laki yang menantikan hari itu. Kelasnya akan menyuguhkan drama, dan ia berharap dipilih untuk sebuah peran dalam drama itu. Hari demi hari berlalu, ia membicarakan itu dengan ibunya tentang peran yang mungkin diberikan kepadanya, dan seberapa baik ia akan bermain.

Ibunya, sebenarnya, memiliki ketakutan sendiri. Ia merasa bahwa anaknya tidak mungkin dipilih untuk memainkan sebuah peran, dan ia takut bahwa anaknya mungkin akan sangat kecewa.

Pada hari pemilihan peran untuk bermain drama, ibu Rama menjemput anaknya di sekolah seperti biasa. Ia sangat ingin mengetahui hasil seleksi. Saat ia melihat anaknya berlari ke arahnya, mata anaknya menyorotkan kebanggaan dan kegembiraan. Melihat anaknya begitu bahagia, ia merasa yakin bahwa anaknya telah dipilih untuk sebuah peran dalam drama nanti.

“Mama,” jelas Rama, “Saya telah terpilih untuk bertepuk tangan dan bersorak!”

Melihat sikap Rama, air bergulir di mata ibunya. Ia penuh dengan kebanggaan pada anaknya dan belajar bahwa kita harus puas karena sudah mendapatkan suatu peran.

_________________________________________

Nah menurut anda anak kecil di kisah ini bodoh atau cerdas sih dengan perkataan yang seperti itu ?

Kalau menurut saya, sangat cerdas ! Anak kecil ini memiliki kecerdasan spritual yang begitu tinggi. Bagaimana tidak, di mata dunia kan itu sesuatu yang memalukan, tidak dipakai sebagai peran utama atau tambahan di pementasan drama, tapi malah disuruh jadi penonton saja yang tugasnya bertepuk tangan. Tapi si anak kecil ini selalu saja bisa melihat sisi yang positif, paling tidak ia dipakai untuk tetap berpartisipasi memeriahkan pementasan drama di sekolahnya.

Kita yang katanya sudah dewasa ini mesti malu dan harus belajar pada si anak kecil ini, mengapa begitu ? Dengan makin bertambahnya usia kita, kita ini malah suka menimbun perbendaharaan pikiran negatif ke orang lain, bahkan kepada Tuhan.

Mari mulai sekarang, basuh pikiran kita dengan pikiran Kristus. Karena Kristus tidak pernah merancangkan hal yang tidak baik dalam hidup kita.

logo