SAPU TANGAN GURU

Suatu hari seorang bijak datang ke tempat para muridnya dan orang banyak. Saat itu masih pagi. Para muridnya bingung karena baru pertama kali ini gurunya datang dengan sesuatu di tangannya, yaitu saputangan. Mereka semua menatap ke saputangan itu. Ada apa sebenarnya? Pasti ada sesuatu yang istimewa di dalamnya. Guru bijak ini pun datang di atas dan mulai berbicara kepada orang banyak di sekitar itu, sambil menatap saputangan, dan mulai mengikat beberapa simpul di dalamnya, lima simpul tepatnya.

Seluruh yang hadir melihat bagaimana ia membuat simpul di saputangan itu, apa yang terjadi? Kemudian ia bertanya, “Adakah yang bisa memberitahu saya, apakah saputangan ini sama seperti sebelum diikat?”

Seorang muridnya berkata, “Ini adalah pertanyaan rumit. Saputangan itu sebenarnya sama karena tidak ada yang berubah, hanya lima simpul itu saja yang telah muncul karena tidak ada sebelumnya. Tapi, sejauh ini sifat saputangan itu sama, meski bentuknya telah berubah. Bentuk telah berubah, tapi substansi sama.”

GUru bijak ini berkata, “Benar. Tapi saya ingin bertanya lagi pertanyaan terakhir, apa yang harus saya lakukan sehingga saya bisa membuka simpul, belenggu ini? Bagaimana saya bisa melepaskan mereka lagi?”

Muridnya berkata, “Guru, saya yang pertama datang dan dekat dengan Anda dan melihat bagaimana simpul itu terikat. Kecuali saya tidak tahu bagaimana membuat simpul itu maka sulit bagi saya untuk menyarankan sebuah solusi.”

Guru berkata, “Benar, muridku. Anda diberkati, karena itu adalah pertanyaan yang paling mendasar. Jika Anda harus memperbaiki sesuatu, hal pertama yang Anda harus tahu adalah bagaimana masuk ke dalamnya lalu mencoba untuk keluar darinya. Tanpa bertanya hal yang paling mendasar dan pertanyaan utama, Anda akan membuat hal-hal menjadi buruk.”

Dan itulah apa yang dilakukan oleh orang-orang. Mereka bertanya, “Bagaimana kita bisa keluar dari seksualitas, keserakahan, kemarahan, iri hati, posesif, ini dan itu?” Tanpa mereka bertanya, “Bagaimana pertama kita masuk?”

Guru bijak menjelaskan seluruh pendekatannya, pertama adalah melihat bagaimana Anda masuk ke dalam kemarahan. Jika Anda bisa melihat pintu masuk, maka pintu yang sama adalah pintu keluar, tidak ada pintu lain yang diperlukan. Tanpa mengetahui pintu masuk, jika Anda mencoba untuk mencari tahu jalan keluar, maka Anda tidak akan bisa menemukannya, Anda akan lebih putus asa. Dan itulah yang sering terjadi pada kita.

_______________________________

Ingin jalan keluar dari masalah yang membelit ?

Temukan pintu masuknya terlebih dulu ! Nasihat yang ces pleng karena kita sering tidak sadar ketika masuk pintu jeratan masalah kita. Contohnya mengapa hari ini kita terbelit hutang sampai segala sesuatu disita bahkan habis ? Coba ingat di mana kita mulai masuk pada godaan-godaan konsumtif. Nah dari pintu masuk itulah kita bisa keluar dari masalah kita.

logo