SALAH SANGKA

Pada akhir minggu lalu, seorang aktor kondang mengajak istri dan anak tunggalnya berlibur di sebuah kawasan peristirahatan yang terpencil di ujung Papua Tengah. Di sana mereka benar-benar bisa menikmati waktu pribadi sekeluarga dengan bebas. Tak ada dering telepon tengah malam, tidak ada kejaran mikrofon para wartawan, serbuan penggemar yang minta tanda tangan atau ngajak foto bersama.

Suatu malam, mereka memutuskan untuk nonton film. Gedung bioskop satu-satunya di kota itu nampak tak terawat dan sepi. Tidak masalah, namanya juga di kota kecil. Namun yang mengagetkan adalah sambutan tak terduga dari para penonton ketika mereka memasuki bioskop. Ke-12 orang penonton yang sudah ada di dalam gedung tersebut langsung berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan mereka.

“Oh…. tak disangka,” ujar aktor tersebut kepada istrinya sambil membalas lambaian tangan penonton, “di kota terpencil ini masih ada penggemar yang mengenali kita.”

Salah seorang penonton yang duduk di barisan depan tiba-tiba mendekati sang tokoh dan menjabat tangannya, “Saya tidak kenal siapa diri Anda, yang jelas saya amat gembira Anda dan keluarga muncul,” katanya. “Bioskop ini hanya buka sekali dalam sebulan. Manajer mengatakan kalau jumlah penonton kurang dari 15 orang, ia tidak akan memutar filmnya. Padahal sudah berminggu-minggu saya kepingin menyaksikan film ini. Oke, terima kasih atas kehadiran Anda malam ini.”

From; Book of Jokes and Anecdots – Random House.

__________________________________________

Pengakuan atau penghormatan yang diterima oleh seseorang itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketenaran atau nama besarnya, melainkan pada apa yang mereka perbuat bagi orang lain, sekecil apa pun.