Salah Paham, atau Paham Anda Salah? Mending baca dulu deh!

Suatu ketika.

Hampir larut malam saya nyampe di rumah. Dari pagi bekerja, hingga malam hari saya selesaikan pelayanan saya. Emang hampir setiap hari begitu. Pulang kantor, saya masih harus bekerja kembali di ladangNya Tuhan.

Di perjalanan saya udah punya bayangan. Sampe rumah, pengen langsung berbaring di kamar sambil nyalain musik klasik kesukaan saya. Yang paling favorit adalah Adagio Cantabile from Sonata Pathétique, Op. 13 punya Beethoven. Berdiam diri sejenak me-recharge semua energi yang terkuras hari itu.

Tapi itu kan keinginan saya. Bisa tercapai, bisa nggak kan?

Tiba di rumah, eh saya malah diberondong dengan banyak pertanyan dari Mama saya. Di tengah lelahnya raga, saya berusaha semaksimal mungkin menjawabnya. Tapi dengan kata-kata pendek.

Iya. Nggak. Oohh. Mungkin. Ehmm. Ok.” begitu ragam jawaban saya.

Tiba-tiba Mama langsung melontarkan nada-nada tinggi sebagai luapan emosi kemarahannya. “Kamu itu napa sih? Ditanyain kok gitu! Kayak orang bisu aja! Lagi gak enak ati apa kamu itu ama Mama?

Lo…lo..lo.loh! Siapa juga yang lagi gak enak hati? Saya hanya capek aja. Pengen berdiam diri untuk istirahat. Ini kok malah diajak ribut. Piye toh?? Udah lelah raga, jadi malah lelah jiwa! Komplit dah!

Belum selesai kebingungan saya tentang ada apa toh ini. Eh, malah Mama jadinya nggondik (ngambek).

Begitulah wanita sodara-sodara. Sulit dimengerti. Suka baper-an daripada pake logika yang masuk akal. Huffftt….!

Tapi di keheningan detak malam, saya mulai berpikir jernih. Oh iya ya. Di pihak Mama mikirnya begini, namanya anak satu-satunya kan pergi dari pagi hingga malam. Pengen ngajak ngobrol anaknya lah. Kan emang wanita juga harus secara natural mengeluarkan vocabulary kata-katanya yang lebih banyak daripada laki-laki.

Saling memahami, itu kuncinya!
Wanita emang sulit dimengerti, bagaikan samudera yang dalam tak terselami. Tapi bukan artinya laki-laki tak akan pernah bisa memahami wanita kan?

Salomo pernah menulis, rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.

Butuh waktu emang untuk bisa memahami satu dengan yang lain. Butuh waktu emang untuk mengendalikan ego kita. Makanya butuh lebih banyak waktu untuk berbincang, biar meminimalkan kesalahpahaman.

Seperti malam ini, saya luangkan waktu walau sejenak untuk ber-quality time bersama Mama di @kulturhaus.id. Abis pulang pelayanan bersama di GBI Maker, saya langsung tancap gas ke sana. Enak juga Cold Brew Turmeric-nya. Kearifan lokal mulai memadukan kopi dan kunyit rupanya!

Capek sih capek. Pake banget! Tapi lunturlah semua lelah itu saat kami berdua mulai cerita ini cerita itu. Kabar si ini kabar si itu. Bertutur kisah kita masing-masing hari ini.

Kalau sudah intensif begini komunikasinya, kadang kan gak semua harus dikatakan. Tapi cukup dimengerti. 

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n