REALITAS KEHIDUPAN

Seorang Guru mengajar murid-muridnya tentang kesia-siaan hidup dan realitas kematian. Ia menemukan bahwa sebagian besar dari mereka takut mati. Maka ia menceritakan sebuah kisah seperti berikut ini.

Alkisah, ada kapal karam dan empat anggota keluarga berusaha untuk menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kayu dari kapal yang hancur. Gelombang membawa mereka ke sebuah pulau terpencil. Keempat orang yang terdampar itu memeriksa pulau dan memulai hidup baru mereka dengan menggunakan sumber daya yang tersedia di pulau terpencil itu.

Bulan demi bulan berlalu. Suatu hari, seorang asing mengunjungi pulau itu dengan perahu kecil dan mengundang sang ayah untuk menemaninya ke tanah yang aman dan bahagia. Semua orang ingin naik perahu, tapi orang asing itu mengatakan bahwa hanya ada satu ruang untuk satu penumpang di perahu itu. Ia menghibur mereka dan mengatakan bahwa ia akan segera kembali dan membawa yang lain juga.

Satu bulan kemudian, orang asing itu kembali lagi dengan perahu yang sama dan membawa sang Ibu. Ia berjanji untuk kembali lagi membawa anak-anak ke tanah yang dijanjikan. Orang asing itu tiba satu hari kemudian dan membawa anak sulung pergi. Anak bungsu yang ditinggalkan sendirian merasa sedih dan ia ingin menemani saudaranya, tetapi orang asing itu menolak untuk membawa anak bungsu itu bersamanya. Ia berjanji bahwa ia akan segera kembali untuk membawanya. Akhirnya orang asing itu datang kembali dan membawa anak bungsu itu ke tanah yang dijanjikan penuh perdamaian dan kemakmuran.

Guru bertanya pada murid-muridnya moral dari kisah tadi. Namun semua muridnya tidak menjawab. Karena mereka tidak bisa menjawab, Guru menjelaskan perumpamaan itu sendiri.

Pulau itu adalah dunia di mana setiap orang berhak untuk hidup selama jangka waktu tertentu. Orang asing itu adalah “kematian” yang tiba pada saat-saat yang tak terduga dan membawa pergi jiwa kita ke surga yang disiapkan bagi orang benar oleh Sang Pencipta. Dunia adalah tempat penampungan sementara untuk kehidupan yang tak berujung kebahagiaan di rumah kita yang sebenarnya.

Kematian tiba pada saat terakhir dari kehidupan seseorang dan mungkin hanya membawa satu jiwa pada suatu waktu. Yang lain tertinggal di bumi dengan harapan bahwa suatu hari mereka juga akan demikian. Perahu mewakili peti mati yang membawa orang mati ke kuburan dan jiwa berangkat ke surga. Mari kita mempersiapkan diri untuk menerima kematian, orang asing yang membawa kita ke hidup yang lebih baik, dunia tanpa kekhawatiran.

Para murid merasa tercerahkan dan kehilangan rasa takut mereka akan kematian untuk selama-lamanya. Dikatakan bahwa ketika kita dilahirkan, kita menangis, dan orang-orang di sekitar kita bersukacita. Ketika kita mati, orang lain menangis, dan jika kita benar, maka kita bersukacita.

4 Replies to “REALITAS KEHIDUPAN”

  1. Good story….^=^
    Dalam diri manusia terdiri 3 bagian yaitu tubuh jasmani (terdapat sifat asal/temperamen, karakter, kebiasaan), jiwa (terdapat pikiran, keinginan, kehendak), & roh (sebab seperti dijelaskan di kitab kejadian bahwa Tuhan yang menghembusi manusia itu dengan roh dariNYA sehingga bernafas & hidup. Itulah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain seperti hewan atau tumbuhan dimana tidak punya roh dari Tuhan sehingga setelah kematian sudah tamat).
    Dan pada saat kematian itulah roh manusia kembali padaNYA sehingga masih ada kelanjutan kehidupan baru yang kekal sifatnya, karena roh manusia itu sifatnya kekal sedangkan tubuh & jiwa itu sifatnya fana.
    Oleh sebab itu manusia disebutkan sesungguhnya adalah mahluk roh yang mempunyai jiwa dan tinggal di dalam tubuh jasmani dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Sehingga diharapkan sebenarnya dapat mengerti & menerapkan hukum-hukum roh/alkitab dari Yesus Kristus Tuhan yang dapat membawa kepada hidup berkemenangan dengan kekekalan surga bukannya tergantung & terpaku dengan hukum-hukum dunia yang malah membawa pada nafsu dunia yang berujung maut/ kebinasaan/ neraka.
    Sedangkan di bumi hanyalah tempat bersekolah formal-informal/ proses & pendidikan kehidupan/ pertobatan yang sejati (bukannya tomat = setelah tobat, kumat berbuat dosa kembali) bagi manusia tersebut supaya saat kembali kepada Sang Pencipta itu keadaan rohnya itu sudah dalam kebenaran Tuhan Yesus Kristus & berkenan bagi Kristus sehingga layak masuk surga kekal… Sebaliknya yang tidak layak akan masuk neraka.
    Oleh karenanya selama kesempatan diberikan oleh Tuhan di bumi sebaiknya digunakan benar-benar dengan tuntunan Roh Kudus supaya menjadi manusia ciptaan baru dalam kebenaran Kristus & berkenan di hadapan Bapa Surgawi. Tanpa tuntunan Firman Tuhan & Roh Kudus kita akan kesulitan menundukkan bahkan mematikan kedagingan (sifat asal/ temperamen, karakter, kebiasaan) serta jiwa (pikiran, keinginan, kehendak) kita kepada Kristus, serta memerangi iblis yang hendak menghalangi kita menjadi ciptaan baru seturut kehendakNYA.
    Dan sebenarnya tujuan Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menjadi penyembah-penyembah Kristus dalam roh & kebenaran. Bukannya menyembah segala ciptaanNYA yang lain (iblis, matahari, bulan, hewan, dll) ataupun manusia lain (yang didewakan) maupun benda-benda bikinan manusia sehingga memberhalakannya.

    Tawan kami Elohim dengan 7 rohMU supaya kami dapat mampu terus berjalan di atas jalan-jalan kebenaranMU saja. Dan tenggelamkan kami terus dalam hadiratMU. Sehingga hidup kami berkenan di hadapanMU serta mampu menyelesaikan dengan kuat semua tugas, maksud & tujuanMU dalam hidup kami sehingga menyenangkan hatiMU. Sebab semua apa yang kami peroleh hanyalah oleh anugerahMU saja. Dari Engkau, oleh Engkau & untuk Engkau. Mampukan & paksakan Yesus Kristus Tuhan hanya kehendakMU yang jadi dalam hidup kami sehingga kami dapat mencapai targetMU oleh kemurahan & anugerahMU saja. Ampuni setiap dosa, kesalahan, kebodohan, kelemahan, kekurangan, kecenderungan, ketidaktaatan kami yang melukai hatiMU Yesus Kristus Tuhan. Basuh & tahirkan kami dengan DarahMU. Urapi, sucikan & kuduskan kami kembali sehingga layak di hadapanMU. Terima kasih atas segala didikan, berkat & kasih karunia yang KAU berikan. Segala pujian, hormat, kemuliaan kami kembalikan kepadaMU. Dalam nama Yesus Kristus Tuhan… Amin.

    Have a blessed weekend by HIS endless love.
    ⌣»̶·̵̭̌·✽τнänκ чöü✽·̵·̵̭̌«̶⌣
    Jesus Christ Loves You Lotsssss…..

  2. Menurutku tidak ada yg perlu di takutkan dalam Hidup ini , baik itu Kematian krn sprti yg di katakan paulus Mati adalah untung, krn kematian itu sesuatu yg pasti , cuma tiap org yg beriman berharap spy tiap orang menerima berkat sperti Abraham , Ishak dan Yakub mereka smua sampai suntuk Usia , kl kita di beri hidup jangan sia2kan jadilah b erguna bagi sesama Bersukacita dan bersyukur sll, Dunia akan berlalu tapi Kasih TUHAN kekal u Selamany , tinggallah dalam KASIH itu , •⌣˚Ʈ♓ªƞƘ ♧ ƔoƱ˚⌣•‎​. Mas u smua tulisan2 yg menginspirasi T YESUS berkati karya n kerjanya

  3. I don’t know about a life after death. I only know that if there is the earth so there’s the heaven. Holy Bible tells about the heaven. And If we believe in Christ The Lord and listen to Him, we’ll have the heaven on the earth and when we have to go back “home”, we’ll go to the heaven as The Holy Bible’s says.

  4. Siang.Kisah yg bagus banget

    Bila saat ini badai pencobaan dtg .Sambautlah coba2an2 tsb dgn Hati yg slu BerSyukur&Percaya. karena seiring pencobaan tsb dtg PERTOlonganNYA pun telah Di nyatakan Buat saya &anda semua.&Dari Pencobaan tsb Iman Kita pun akn semakin besar&Kuat lg

    Mari kita jgn Takut bila kematian akn dtg pd kita semua.sewaktu2. Percayalah Rencana&Janji Tuhan itu selalu yg Terbaik&Indah.bg kita semua.
    Bila saat ini kita masi di beri Kesempatan hidup.Berarti Tuhan ingin saya&anda semua.bisa Terus memperbaiki diri(Krakter&sikap) .Tuhan ingin Saya&Anda Utk Terus Mempermuliakan Nama Tuhan dlm kehidupan sehari- hari.Tuhan ingin Saya&Anda semua selalu bisa Tetap Bersyukur&Percaya hanya pd Tuhan.Amin

    Thank U Ko Gi.atas Kisahnya.Semangat Sahabatku Tersayang.Gbu

Comments are closed.