PICASSO & SEORANG PRAJURIT

Hari itu pelukis termashyur Pablo Picasso sedang duduk menikmati kopi di sebuah kafe terbuka di Paris. Ia ditemani seorang prajurit Amerika yang mengaku punya minat seni. Ketika Picasso menerangkan hakikat seni lukis modern yang digelutinya, sang prajurit malah menggelengkan kepala.

“Maaf, saya tidak menyukai seni modern,” kata si prajurit terus terang.

“Mengapa tidak?” tanya sang seniman tanpa merasa sakit hati. Padahal dunia mengakuinya sebagai seniman modern terkenal dengan karya-karya yang bernuansa kubisme.

“Menurut saya, seni modern itu tidak realistis,” kilah si prajurit, “Saya lebih menyukai lukisan-lukisan yang sama persis dengan objek yang dilukis.”

Picasso tidak bereaksi mendengar penjelasan lawan bicaranya. Ia justru asyik menuang kopi di cangkir si prajurit dan cangkirnya sendiri.

Obrolan diselingi hal-hal lain, sampai akhirnya si prajurit membuka dompet dan memperlihatkan kepada Picasso beberapa gambar gadis idamannya yang kini berada jauh di AS. Picasso mengambil salah satu gambar tersebut dan mengamatinya dengan saksama selama beberapa menit.

“Astaga!” ia berteriak. “Apakah pacarmu benar-benar sekecil ini?”

______________________________

Hahaha…kena deh batunya !

Maka dari itu teman, sebelum kita memaparkan kelemahan orang lain, kita mesti menyadari kita pun juga memiliki kelemahan pula di matanya. Daripada saling menyerang satu sama lain dengan kelemahan masing-masing, mengapa tidak kita bersinergi untuk mendapatkan kekuatan di antara kelemahan kita.

logo