PEPSI or COKE ?

Di sebuah resto di San Francisco, ada seorang konsultan yang heran melihat keramaian Chinese Restaurant Lie Po. Dia mencoba makan disana pada sebuah siang yang ramai sekali.

Pelayan dengan ramah melayaninya dengan bahasa Inggris yang masih saja tidak fasih, sang konsultan memesan ‘Orange Chicken with rice’, dan meminta minuman ‘Coke Zero’. Pelayan berkata: ‘Maaf, kami kontrak dengan Pepsi, dan tidak menjual produk Coca Cola. Apakah dapat kami tawarkan Diet Pepsi?’ Sang konsultan menolak, dan meminta air putih saja.

Ketika dia sedang makan, tiba2 ada seorang berpakaian rapi membawa ‘Coke Zero’ dan es batu, dan menaruh didepan pelanggan itu dan berkata sambil tersenyum ‘Tadi anda menginginkan Coke Zero kan? ‘ Lalu berlalu.

Sang konsultan meminum dengan puas dan memanggil pelayan yang tadi melayaninya. Pelayan datang dan tersenyum melihat Coke Zero ada disana.

Pelayan berkata: ‘ Nah sudah ada minuman kesukaan Bapak kan?’
Pelanggan: ‘ Tadi katanya tidak ada? Ini kok ada?’
Pelayan: ‘ Benar, baru saja kami belikan di pasar swalayan seberang.’
‘Restoran lagi ramai, siapa yang membelikan?’
‘Manager kami, dia tidak terlalu sibuk dibelakang.’
‘Lho, katanya kontrak dengan Pepsi?’
‘Ya, kalau menjual Coca-Cola tidak boleh, kalau memberi gratis kepada pelanggan, saya kira boleh.’ Jawabnya sambil tersenyum.

_____________________________________________

Bukan masalah Pepsi atau COKE sih, saya dua-duanya suka meminumnya!

Kisah yang saya ambil dari Tanadi Santoso ini menginspirasi orang untuk memunculkan yang terbaik yang ada pada dirinya. Orang hanya bisa sampai pada tahap ini, bila ia memiliki “passion” atau gairah yang tinggi dalam mengerjakan sesuatu. Mustahil bagi tipe orang yang tidak menyukai pekerjaannya untuk bisa melakukan terobosan-terobosan kreatif pada pekerjaan yang ia lakukan.

Apakah pekerjaan yang anda lakukan setiap hari itu menjadi passion anda selama ini ? Atau karena terpaksa ?

logo_1543818_web

 

3 thoughts on “PEPSI or COKE ?

  1. Good story….^=^
    Sebagai anak-anak Tuhan, Apapun yg kita lakukan dg ‘passion’ biarlah tetap dalam koridor kebenaran Tuhan sehingga memuliakan namaNYA, bukan dg ambisi sendiri yg membabi-buta/ ‘serampangan’ yg pada akhirnya bisa membawa dampak negatif…. Karena apa yg kita lakukan pada akhirnya akan kita pertanggungjwabkan di hadapan Tuhan.
    Seperti firman Tuhan yg mengatakan:
    Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-NYA dipermainkan. Karena apa yg ditabur orang, itu juga yg akan dituainya.(Gal6:7)
    Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil& tunaikanlah tugas pelayananmu. (2Tim4:5)
    Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu&jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. (IPtr4:7)
    ♡ •⌣• à♍♍♍ΐΐΐήήήή •⌣• ♡

    Have a blessed wednesdey by wisdom&guidance of Holy Spirit.
    ⌣»̶·̵̭̌·✽τнänκ чöü✽·̵·̵̭̌«̶⌣
    Jesus loves you always.

  2. Be serious in your doing. Even it’s just a simple work to do. It really affects for our career in the future. All big things are from small things.

  3. Pg.iy setuju.Mari kita bersama2 belajar utk trs berjuang berkarya baik dlm dunia kerja atou pelayanan.jgn menyerah lakukanlah semua dgn hati yg senang ,bersyukur serta utk Tuhan.pasti apa yg kita kerjakan,lakukan pasti Berhasil& juga bs mjd berkat bg byk org juga.Amin.Gbu all
    Thank u Ko Gi ats kisahnya.met bertugas,tetap trs berkarya& melayani Tuhan.tetap tersenyum.semangat7xGbu.

Comments are closed.