PENA

Tata memiliki seorang teman yang sering mengatakan bahwa ia sering lupa menaruh pena. Ketika suatu hari temannya tersebut meminta saran, Tata menemukan bahwa hal pena yang sering hilang tersebut sangatlah murah hingga temannya tersebut bisa dengan mudah membeli yang baru jika tidak berhasil menemukan yang lama.

Berdasarkan fakta tersebut, Tata menyarankan pada temannya untuk membeli pena termahal yang ia mampu dan melihat apa yang akan terjadi. Ia melakukan itu dan membeli pena dengan ujung penanya berlapis emas 22 karat.

Setelah hampir enam bulan, Tata bertemu kembali dengan temannya dan bertanya apakah ia masih lupa menaruh penanya. Temannya itu mengatakan bahwa ia sangat berhati-hati terhadap pena mahalnya dan ia terkejut bagaimana ia bisa berubah.

Tata menjelaskan pada temannya bahwa nilai pena itulah yang membuat perbedaan dan tidak ada yang salah dengan diri temannya tersebut sebagai pribadi.

__________________________

 

Andai saja kita memandang sesuatu itu sangat besar nilainya, maka tentunya kita akan dengan sangat hati-hati menjaga atau memeliharaNya. Termasuk hubungan kita dengan Tuhan, bukankah itu sesuatu yang tak ternilai harganya? Tetapi ironisnya mengapa banyak yang kemudian meninggalkanNya begitu saja ?

Minggu pagi hingga malam nanti saya akan melayani khotbah di GBI Surabaya. Doa saya menyertai anda semua, selamat hari Minggu !

logo