PEDAGANG PISANG

Pak Bowo  baru saja bersiap meninggalkan kantornya dan ia ingat kalau istrinya telah memintanya untuk membelikan sesisir pisang.

Ketika ia melangkah keluar, ia melihat seorang wanita tua yang tampak sakit di seberang jalan. Ia menjual pisang segar di jalanan.

Pak Bowo biasanya membeli pisang dari toko kelontong beberapa blok dari kantornya, tapi karena ia terburu-buru untuk sampai di rumah, ia memilikirkan untuk membelinya dari seberang jalan saja.

Ia mendatangi wanita tua itu dan menanyakan harganya. Wanita itu mengatakan Rp15.000,- per sisir.

Pak Bowo mengatakan, “Tapi toko tempat saya biasanya membeli dari mereka seharga Rp10.000,- sesisir, tidak bisakah Anda memberi saya harga yang sama?”

Nyonya tua itu berkata, “Tidak Pak, saya tidak bisa menyamakan harga itu. Saya bisa menjualnya kepada Anda seharga Rp13.000,- sesisir pada Anda. Itu yang terbaik yang bisa saya berikan untuk Anda.”

Pak Bowo mengatakan kepada wanita tua itu, “Tidak apa-apa.” Lantas ia pergi ke mobilnya dan menuju ke toko tempat ia biasa membeli bahan makanan.

Ia masuk ke dalam dan mengambil seikat pisang. Ia pergi ke kasir untuk membayarnya tapi ia terkejut saat kasir memberitahukan kepadanya bahwa harga seikat itu adalah Rp20.000,-

Katanya kepada kasir, “Saya telah membeli pisang dari sini beberapa tahun belakangan dan ini benar-benar lonjakan harga yang luar biasa. Tidak bisakah Anda memberi saya harga yang lebih baik untuk pelanggan setia?”

Manajer toko tersebut mendengarnya dan ia menghampiri mereka

Katanya kepada Pak Bowo, “Maaf Pak, tapi harga yang kami tawarkan sudah pas, tidak bisa ditawar lagi.”

Pak Bowo merasa sedikit tidak enak dengan sikap datar itu. Ia berpikir sejenak dan mengembalikan pisang itu kembali.

Lalu ia kembali pada wanita tua itu. Wanita tua itu langsung mengenalinya dan mengatakan, “Pak, saya tidak bisa memberikan harga yang sama, saya tidak mendapatkan keuntungan apapun nantinya.”

Pak Bowo mengatakan kepadanya, “Jangan khawatir dengan harganya, saya akan membayar Anda Rp20.000,- per sisir! Sekarang, beri saya dua sisir.”

Wanita tua itu merasa sangat bahagia, ia mengemas dua sisir pisang dan berkata, “Saya tidak bisa mengambil dengan harga Rp20.000,- tapi saya tetap membeir harga Rp15.000,- per sisir. Saya meghargai kebaikan Anda.”

Katanya lagi, “Suami saya dulu memiliki toko buah kecil, tapi ia sakit. Kami tidak memiliki anak atau saudara yang bisa membantu kami. Kami harus menjual tokonya untuk menutupi biaya dokter tapi ia tidak bisa bertahan.”

Air mata mengalir dari mata wanita tua itu. Katanya lagi, “Tapi sekarang untuk menghidupi diri saya sendiri, saya mencoba menjual apa yang bisa saya beli dan beli, jadi saya bisa bertahan untuk apa yang tersisa dari hidup saya.”

Pak Bowo mengatakan kepadanya, “Jangan khawatir, Anda baik-baik saja dan mulai besok, saya hanya akan membeli pisang dari Anda.”

Dia mengeluarkan dompetnya dan memberinya Rp100.000,- tambahan dan berkata, “Belilah buah yang berbeda dari ini. Untuk berjualan besok, anggap saja ini uang muka untuk buah-buahan yang akan saya beli dari Anda. Anda bisa mendapatkan lebih banyak jika Anda punya lebih banyak pilihan buah untuk dijual.”

Wanita tua itu berterima kasih kepadanya.

Kemudian, Pak Bowo merekomendasikan pada teman-temannya untuk membeli buah dari wanita tua itu. Dan dengan bantuan dari Pak Bowo serta banyak pembeli lainnya, wanita tua itu hidup dengan lebih baik.

________________

Andaikan saja kita tahu bahwa Rp.5000 itu ternyata memiliki nilai yang jauh lebih besar untuk menghidupi sebuah keluarga yang membutuhkan, pasti kita akan berpikir ulang untuk menawar bahkan membeli dari sebuah toko besar dengan harga yang tidak bisa ditawar.

Bagaimana pendapat anda ?