ORANG KAYA ITU ADALAH …

Alkisah, seorang wanita dengan keluarganya tinggal di sebuah hotel bintang tiga untuk rekreasi. Ia mempunyai seorang bayi berumur enam bulan.

“Bisakah saya meminta satu cangkir susu?” tanya wanita itu pada manajer hotel bintang tiga.

“Ya, Nyonya,” jawab manajer hotel itu. “Tapi akan dikenakan biaya 100 dolar,” tambahnya.

“Tidak masalah,” jawab wanita itu.

Saat mengemudi untuk kembali ke hotel, bayinya merasa lapar lagi. Mereka berhenti di sebuah kios di sisi jalan, lalu membeli susu dari sebuah kedai teh.

“Berapa harganya?” tanya wanita itu kepada pemilik kedai teh.

“Nyonya, kami tidak mengenakan biaya untuk susu anak,” kata orang tua itu sambil tersenyum. Lanjutnya, “Beritahu saya jika Anda membutuhkan lebih banyak untuk perjalanan ini.”

Wanita itu mengambil satu cangkir dan pergi. Ia bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang lebih kaya? Manajer hotel atau orang tua pemilik kedai teh itu?

Lalu siapa yang lebih miskin? Seperti kisah berikut ini. Seorang wanita kaya datang ke butik dan mengatakan kepada anak laki-laki penjaga counter, “Tolong tunjukkan beberapa baju murah. Ini adalah pernikahan anak saya dan saya harus memberikan kepada pembantu saya.”

Tak lama, pelayannya datang ke butik itu dan berkata kepada anak laki-laki penjaga counter, “Tolong tunjukkan beberapa pakaian mahal. Saya ingin memberikan hadiah, karena anak nyonya saya hari ini menikah.” Siapakah yang lebih miskin?

__________________________________________

Nah teman, dari kisah sederhana di atas anda sudah pasti bisa menjawab bagaimana ukuran seseorang sampai bisa disebut kaya.

Orang yang kaya, ternyata bukan dari banyak-banyakan harta yang ia miliki, tapi dari seberapa banyak yang mampu ia berikan untuk menolong orang lain. Sebab kekayaan ternyata letaknya bukan di nilai angka, tapi kata itu ternyata letaknya di hati kita.

Selamat menjadi orang kaya, teman !