OMBAK KEHIDUPAN

Alkisah, hidup sepasang suami-istri yang saling mencintai. Hanya saja sifat di antara keduanya sangat berbeda dan saling bertolak belakang. Suami berjiwa sangat tenang, meskipun dalam keadaan sulit sekalipun. Sedangkan sang istri sangat temperamental dan mudah emosi, senang meluapkan emosi karena sebab-sebab yang remeh.

Pada suatu hari keduanya melakukan perjalanan laut dengan menggunakan sebuah kapal. Beberapa hari mereka berdua diatas samudra. Tiba-tiba terjadilah angin topan, kapal oleng digoncangkan oleh ombak yang menggulung-gulung. Sang istri tidak mampu lagi menahan dirinya. Dia berteriak-teriak tanpa tahu apa yang harus dilakukannya. Ia kemudian menemui suaminya berharap akan menemukan solusi bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan diri dari sebuah kematian yang sedang mengintai.

Seluruh penumpang kapal banyak yang tidak berbeda dengan diri sang istri. Ketika menemui sang suami, ia terkejut bukan main. Ia melihat suaminya duduk tenang seperti biasanya. Sang istri bertambah marah dan menuduh bahwa suaminya tidak punya perasaan dan kepedulian. Sang suami memandang istrinya. Dan dengan wajah kering dan pandangan yang marah suami mengarahkan ujung pisau yang tajam ke dada istrinya. Lalu bertanya tegas dan serius, ÔÇťApakah kamu tidak takut dengan pisau ini?”

Dengan penuh keheranan sang istri menjawab, “Tentu tidak.”

Sang suami bertanya lalu , “Kenapa?”

Istrinya menjawab, “Karena pisau itu dipegang oleh orang yang aku percayai dan yang aku cintai.”

Seketika sang suami tersenyum dan berkata pada istrinya, “Begitu juga dengan aku. Ombak-ombak yang sedang mengamuk ini berada di tangan Tuhan yang aku cintai. Jadi kenapa aku harus takut? Bukankah Dia berkuasa atas segalanya?”

__________________________________

Menghadapi gelombang kehidupan ini, ada begitu banyak orang merasa bimbang dan ragu akan kehidupannya di masa yang akan datang. Ada ketakutan di dalam dirinya apabila melihat keadaan dunia yang semakin tidak menentu. Orang tidak lagi merasa tenang dan merasa aman untuk menatap masa depan.

Masalah pada akhirnya bisa membawa seseorang jauh dari Tuhan dan tenggelam dalam ketakutannya. Ketika seseorang mengalami ketakutan, kecemasan, kegelisahan dan lain sebagainya, di situlah seseorang sedang kehilangan suatu pegangan. Ketika seseorang berjalan tanpa pegangan yang benar di tengah keadaan dan situasi yang menakutkan dan tidak menentu serta kita tidak tahu harus berbuat apa, di sanalah kehidupannya akan mulai tenggelam.

Kita merasa tidak ada yang menolong, tidak ada yang dapat merubah keadaan, tidak ada yang dapat memegang tangan kita dan menariknya dari keadaan itu dan pada akhirnya kita merasa putus asa. Tapi, mari kita serahkan semua keadaan kita ke dalam tanganNya yang kuat dan perkasa, yang akan memegang kita selama-lamanya dan Dialah yang akan membebaskan kita dari belenggu permasalahan dan mengangkat kita dari keterpurukan.

Amin !

logo