NYALAKAN MOTIVASI

Tom pun lelah saat menemui gurunya, Brian.

Mereka duduk dengan tenang di pondok tua Brian, menebas kayu dengan pisau di depan perapian saat Tom akhirnya angkat bicara.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda melakukannya,” katanya.

“Lakukan apa?” tanya Brian.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda tetap termotivasi untuk membantu orang setelah bertahun-tahun. Saya merasa ingin menyerah dan saya hampir tidak memulai.”

Brian tersenyum masam dan menjawab, “Bisakah Anda meniup lilin itu untuk saya?”

Tom melakukan apa yang dimintanya.

“Nah, bisakah kamu meniup api ini?” Brian bertanya.

“Jangan konyol,” jawab Tom, “Tentu saja tidak bisa.”

Brian meletakkan pisaunya dan potongan kayunya dan menatap matanya yang terpejam.

“Bila motivasi Anda sekecil nyala lilin, mudah untuk dipadamkan, tapi bila mengamuk seperti api yang Anda lihat sebelumnya, tidak ada yang bisa meniupnya.”

Tantangan bagi kita adalah menemukan alasan untuk melakukan apa yang kita lakukan tidak dapat dipadamkan saat kita merasa lelah, ketika kita menghadapi hambatan dan ketika kita merasa tidak memiliki kemajuan.

Jika kita tidak memiliki alasan kuat untuk menekan, terlalu mudah untuk menyerah.

Jadi, apakah tingkat motivasi Anda, seperti lilin atau api?

Dan apa yang akan Anda lakukan agar tidak mati?