NUT

Pernah mendengar sebuah kalimat bijaksana seperti ini, ‘Janganlah kamu menghakimi kehidupan orang lain. Karena, kamu tak tahu, perjuangan apa yang sedang ia lewati’? Kalimat tersebut sesuai dengan video ini  (C) Youtube/thailifechannel

video

Pemuda tersebut hanya tahu bahwa temannya, Nut, tak bisa menyanyi dengan baik. Ia pun ikut tertawa saat Nut kerap menjadi olok-olokan di sekolah. Sampai akhirnya, waktu mempertemukan pemuda itu dengan rahasia di balik kecupuan hidup Nut.

Nut bukan hanya anak yang membawa gitar meski ia tak bisa menyanyi dengan baik. Ia hanya sedang melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk membiayai pengobatan ibunya. Ia juga menyanyi di depan ibunya agar sang ibu bahagia.Hal ini membuat pemuda itu terketuk hatinya. Pikiran jeleknya seketika sirna dan menyadari bahwa Nut membutuhkan bantuannya.

Kemudian, untaian nada dan suara itu tak hanya menghasilkan uang. Ia telah menghasilkan sebuah persahabatan antara pemuda itu dan Nut. Selain itu, musik tersebut menjadi nada yang mengobati kanker sang ibu.

_____________________________________________________________

Sering kali apa yang kita pikirkan mengenai sesuatu atau seseorang tidak sesuai dengan kenyataan. Kita kadang merasa sudah tahu segalanya dan merasa bahwa kita ini paling benar dan paling baik. Padahal apa yang kita ketahui sangatlah sedikit sekali dikarenakan keterbatasan pandangan mata dan pikiran kita.

Karena keterbatasan itulah, kita sering membuat kesimpulan sepihak yang belum tentu benar 100%. Inilah yang membuat kita sulit untuk memahami orang lain. Ketika orang lain bertindak tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita cenderung main hakim sendiri tanpa pernah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita menjadi terlalu egois, merasa diri paling benar dan menganggap orang lain salah.

Begitu juga ketika kita memandang sesuatu hal yang terjadi. Kita hanya melihat dan menafsirkan sendiri sesuai dengan pemikiran kita. Kita akhirnya membuat kesimpulan dan memberi arti dari kejadian itu. Saat itulah kita menganggap pemikiran kitalah yang benar dan menilai salah pemikiran lainnya. Itulah sebabnya mengapa Nut dan temannya di video ini, meski berada pada waktu yang sama, peristiwa yang sama, tapi memiliki reaksi yang berbeda.

Setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya, Nut ternyata bernyanyi, bermain gitar, meskipun fals, ternyata itu semua demi membiayai mamanya yang terkena kanker di rumah sakit. Akhirnya padangannya berubah, 2 teman Nut ini malah berempati bernyanyi dan ngamen bersama.

Mengharukan!

” Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”  (Filipi 4 : 8)

-gideon yusdianto-

 

 

 

2 thoughts on “NUT

  1. Om, kata2nya itu pas utk aq.
    Beberapa hri lalu aq salah menilai seseorang, tp kemudian aq sadar klo dy gk seperti aq apa yg aq kira.
    Aq nyesel, aq akan bertahan utknya, walau apapun yg terjadi.
    Loh, koq jd curhat yaaa??..:)

Comments are closed.