Nih Cara Milih Kamera Hape Yang The Best, dengan Budget Ngewes! Wakakaka!

Saya ini hobi motret. Modalnya cuman pake kamera hape. Punyanya cuman ini. Makanya bisanya ya cuman ini.

Kalau ada hasil foto yang bagus, orang biasanya mulai nanyaWihBerapa megapixel tuh kameranya?”

Padahal gak selalu tergantung MP kan?

Lagian buat apa ukuran MP besar kalau fotonya cuman untuk di-upload di sosmed? Ukuran MP baru diperlukan kalau nantinya foto dicetak besar-besar. Biar gak pecah-pecah gambarnya.

Sekarang orang mulai melirik angka aperture, yang diwakili dengan huruf F di depannya. Contohnya F/1.4 atau f/1.2.

Makin kecil angkanya, makin besar bukaan lensanya. Artinya, makin banyak cahaya yang akan masuk ke sensor. Akibatnya, dalam kondisi terang atau minim cahaya, hasil foto tetap bagus. Minim noise Noise itu yang bintik-bintik putih kayak ketombe di foto!

Sekarang kamera hape punya 3 atau bahkan 4 lensa. Ada yang fungsinya untuk wide angle.

Ada juga yang untuk efek 3D atau bokeh pada foto. Bokeh-nya sekarang udah serapi kamera-kamera SLR atau mirrorless.

Bahkan lensa tele yang katanya bisa moto bulan dengan cantik. Padahal hal demikian ya pasti ditunjang oleh kemampuan processor dan AI yang canggih. 

Nah udah gak bingung lagi kan pilih hape apa? Anda juga bisa cari tahu deretan hape dengan skor kamera terbaik di web dxomark.com

Lepas dari semua spesifikasi kamera hape, paling penting man behind the gun. Hape-nya udah mahal tapi yang make gak bisa memaksimalkan kemampuannya. Sayang kan?

Foto yang baik dihasilkan dari gabungan antara teknologi, teknik me-moto dan cita rasa seni pemotretnya.

Memotret dengan hape itu kan ibaratnya melukis dengan cahaya. Harus pinter-pinternya memanfaatkan cahaya asli. Jangan pake sinar blitz kalau moto pake kamera hape. Rusak deh seninya!

Yang tak kalah pentingnya adalah komposisi obyek di foto kita. Jangan sampai foto terlihat penuh sesak dengan banyak obyek. Makanya di kamera hape tuh ada kotak-kotak alias grid yang bisa diaktifkan untuk membantu menempatkan obyek foto.

Yang terakhir, meski dari kamera hape, foto yang dihasilkan juga sanggup berbicara mengenai kisah banyak hal yang terjadi. Orang bilang, “Wah momen-nya dapet ya!” 

Nah ini butuh shutter speed yang tinggi. Supaya kita dapat menangkap obyek foto dengan cepat, tanpa kehilangan kualitas gambar.

Nah teman, pada akhirnya, cantik atau tampan itu relatif kok.

Makanya, Camera 360 itu bisa dipake sebagai alternatif!

Wakakakaka!!!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n

Keterangan foto header:
Diambil dengan kamera hape Huawei P30 Pro
Zoom 5x, ISO 160, S: 1/100s, F/1.6.
Happy wedding Galih & Tania!