Ngotot jadinya bikin Gatot!

Nah, foto ini saya ambil sebagai pengingat bahwa sebenarnya saya tidak merencanakan untuk nongkrong di sini. Sudah overbudget untuk nongkrong-nongkrong terus di tanggal tua. Hahaha!

Tiba-tiba hujan sore hari ini membasahi badan saya dalam perjalanan pulang dari kantor. Spontan saya membelokkan motor ke coffee shop yang saya lewati.

Pesan kopi hangat dan sedikit cemilan buat penghangat tubuh yang basah dan kedinginan. Brrrr…..!

Lalu saya duduk mojok sambil buka laptop. Apalagi melihat speedtest wifi di sini mencapai 48 MBps. Banter banget!

Sebenarnya saya ingin cari beberapa ilustrasi untuk khotbah yang lagi saya susun.
Tutup telinga dengan headset agar saya bisa konsentrasi di tengah hiruk pikuk pengunjung coffee shop yang bercengkrama. 

Tapi rupanya, Tuhan mau menunjukkan sebuah ilustrasi yang lebih hidup dan nyata. “Eh, daripada loe buka Google untuk cari ilustrasi, tuh loe lihat orang di sebelah kamu!” sepertinya Tuhan menegur saya seperti itu.

Saya copot headset yang sedang mengeluarkan musik instrumen kesukaan saya.

Hmm, dari ujung meja yang sama dengan saya rupanya ada konseling toh. Pantesan kadang meja saya terasa bergetar kena sedikit gebrakan tangan di ujung meja yang sama.

Ada seseorang konselor yang saya rasa dia adalah Hamba Tuhan. Terdengar beberapa ayat keluar dari saran-sarannya. Terdengar nada marah tapi dalam konteks kasih. Tentu saja dengan harapan bahwa saran-sarannya itu bakal membaharui pikiran dengan pikiran Tuhan. 

Ada seorang pria yang emosional mempertahankan pendapatnya sambil sesekali meggerak-gerakkan tangannya dengan tegas. Nada-nadanya mengeras saat dia ngotot mempertahankan pendapatnya.

Dan ada seorang wanita yang rupanya adalah istri pria itu. Dengan baby di gendongannya, nampak dalam banyak waktu ia mengeluarkan air mata kesedihan. Air mata itu seakan berbicara, “Please, sadarlah bahwa itu salah!”

Saya tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi pada keluarga muda ini. Toh saya juga datang jauh lebih lambat daripada mereka.

Tapi seolah Tuhan mau menunjukkan dan mengajar saya begini.

Mau selesai masalahmu?

Sudah, jangan ngotot terus pakai pikiran dan caramu sendiri. Mau sampai kapan? Bahkan seringnya kita ini begitu berani loh mendebat Tuhan denga hebat.

Di pikiran kita ini sudah terisi dengan ide kita sendiri yang egois tentang bagaimana sih cara menjadi happy. Tapi, lagi-lagi itu kan pikiran kita sendiri!

Teman, pengaturan dan pimpinan Tuhan, seringkali itu tidak sesuai dengan semua harapan-harapan kita. Anda pasti tahu benar lah soal ini! Pernah mengalami begitu juga kan?

Tapi, putuskan sekarang!
Maukah kita merendahkan dan melapangkan hati kita untuk menyambutNya?

Daripada ngotot, malah jadi gatot (gagal total)!

Ah, terima kasih Tuhan buat inspirasi sore ini. Gak jadi dapat dari Google eh malah dapat dari Dia langsung. Puji Tuhan dapat ilustrasi kehidupan yang jauh lebih hidup!

Ok deh, tutup laptop dan pulang! 


Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n