NENEK DI HALTE

Akhirnya jam pulang kantor pun tiba, saya pun biasa menunggu di halte. Ketika bus berhenti di depan saya, ada seorang nenek tua turun. Lalu, nenek itu pun duduk di sebelah saya. “ Semoga, sore ini saya tidak menunggu bus terlalu lama”, kata nenek tua itu tersenyum kepada saya. Lalu ketika saya bertanya bus apa ditunggunya, sungguh amat terkejutnya saya, karena ternyata nenek tersebut baru saja turun dari bus yang ditunggu-tunggunya.

Melihat wajah saya yang penuh heran, lalu sang nenek berkata, “ ketika saya berada di bus tersebut, ada pemuda cacat naik dan tak satupun orang yang memberikannya tempat duduk. Lalu saya berpura-pura turun dari bus tersebut. Hal ini saya lakukan agar pemuda cacat itu bisa duduk tanpa merasa malu. Karena saya berpikir akan masih ada bus lain yang lewat “, jelas nenek tua kepada saya.

___________________________________________________

Ketika Anda berbuat kebaikan, ada kalanya Anda harus melakukannya tanpa merendahkan orang lain. Setiap kebaikan membutuhkan pengorbanan. Seperti nenek tua di atas. Ia akan menghabiskan banyak waktu untuk menunggu bus lain bahkan harus mengeluarkan biaya lebih untuk naik bus. Namun, ketika kebaikan tersebut dilakukan dengan penuh Kasih maka akan ada damai sejahtera dan sukacita setelah melakukannya.

Ulangan 15 : 7    Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu.