NAZAR

Malam itu sangat gelap dan terjadi badai. Sebuah kapal dagang sedang melaut dan dihantam gelombang laut yang tinggi. Semua orang di atas kapal itu berpikir bahwa mereka tidak akan bisa bertahan dari badai. Kecuali satu orang pedagang, yang baru kembali dari luar negeri dengan membawa barang yang sangat mahal.

Pedagang itu menyadari bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi amukan badai adalah berdoa kepada Tuhan. Lalu, ia pun mulai berdoa, “Oh, Tuhan. Buatlah agar kami tetap aman dari badai ini. Bila nanti kami aman mendarat di pelabuhan, saya akan menyumbangkan setengah dari barang dagangan saya untuk rumah ibadah.”

Dengan janji dan iman yang kuat itu, pedagang itu terus melantunkan doanya. Tak lama kemudian, angin tenang. Gelombang laut yang menerjang tinggi, kemudian melambat dalam goyangan lembut. Semua penumpang kapal menghela napas lega karena angin malam yang tenang meniup wajah mereka. Kapal pun dapat berlabuh di pelabuhan dengan aman dan selamat.

Beberapa hari kemudian, kisah pedagang itu berlanjut. Ia berangkat untuk memenuhi janjinya kepada Tuhan. Ia datang ke kota dan menuju sebuah rumah ibadah. Pedagang itu memasuki rumah ibadah dan pergi menemui kepala rumah ibadah itu untuk memberi penghormatan.

Sebelum pedagang itu mengucapkan kata-kata, pemimpin rumah ibadah itu berkata, “Kapal Anda terjebak dalam badai di tengah laut. Hari ini, Anda datang memenuhi janji Anda.” Ia kemudian menceritakan kisah pedagang itu kepada semua yang hadir. Pedagang itu tertegun, seolah-olah pemimpin rumah ibadah itu bisa membaca pikirannya. Pedagang itu pun kemudian berguru padanya dan memenuhi janjinya dengan menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk rumah ibadah itu.

____________________________________

Nazar adalah suatu janji yang harus dipenuhi setelah keinginan atau doa anda terpenuhi.

Coba ingat-ingat lagi, pernahkah anda pernah bernazar kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memenuhi nazar tersebut?

Jika belum, mengapa anda belum memenuhinya? Apakah anda benar-benar lupa atau jangan-jangan anda takut untuk melakukannya karena nazar yang anda buat terlalu high risk untuk dilakukan ?

Apa yang firman Tuhan katakan tentang nazar?

Ulangan 23:21-23

“Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.
Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.
Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri.”

Jadi, sudahkah anda memenuhi nazar anda teman ?

logo