NASEHAT

Alkisah, ada sebuah pohon raksasa di hutan. Banyak burung yang tinggal di pohon itu. Dan yang paling bijaksana di antara mereka adalah pemimpin mereka.

Suatu hari, burung pemimpin melihat dua cabang bergesekan satu sama lain. Mereka membentuk serbuk kayu yang jatuh. Kemudian ia melihat sebuah gumpalan kecil asap mengepul dari cabang yang saling bergesekan itu. Ia berpikir, “Wah, tidak diragukan lagi, api ini bisa mulai membakar seluruh hutan.”

Pemimpin tua yang bijak itu kemudian mengumpulkan semua burung yang tinggal di pohon besar itu. Ia berkata kepada mereka, “Teman-teman yang terkasih, pohon tempat di mana kita hidup, cabang-cabangnya saling bergesekan yang bisa membuat api. Api ini bisa menghancurkan seluruh hutan. Oleh karena itu berbahaya bila kita tinggal di sini. Mari kita meninggalkan hutan ini bersama!”

Burung-burung yang bijaksana setuju untuk mengikuti nasihatnya. Mereka pun terbang ke hutan lain di tanah yang berbeda. Tapi burung-burung yang bodoh, berkata, “Ah, itu kan hanya karena pemimpin tua kita yang mudah panik. Ia membayangkan buaya dalam setetes air! Mengapa kita harus meninggalkan rumah kita yang nyaman dan selalu aman ini? Biarkan mereka yang takut, pergi. Kita yang berani, percaya pada pohon kita ini!”

Benar saja! Beberapa saat setelah peringatan pemimpin burung yang bijaksana itu menjadi kenyataan. Cabang-cabang yang saling bergesekan membuat percikan api yang jauh pada daun kering di bawah pohon. Percikan api itu semakin membesar dan membesar. Segera saja pohon raksasa itu terbakar. Dan burung-burung bodoh yang masih tinggal di sana dibutakan dan tersedak oleh asap. Banyak dari mereka yang tidak bisa menyelamatkan diri, terjebak, dan terbakar sampai mati.

________________________________________

 Mazmur
 1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.