MOBIL-MOBILAN

Seorang anak yang cerdas dan aktif sedang bermain dengan mobil-mobilan yang dioperasikan dengan remote control. Tiba-tiba mobil mainan itu jatuh dan berhenti bekerja. Anak itu membawa mobil mainannya kepada ayahnya yang seorang insinyur.

Ayahnya membuka mobil mainan itu dengan obeng untuk memeriksa apa yang menjadi masalahnya. Anak itu penasaran dan melihat dengan hati-hati. Tiba-tiba ia berteriak kegirangan, “Ayah, aku telah menemukan mengapa mobil itu tidak bekerja.” Ia memasukkan jari mungilnya ke kursi depan mobil mainan itu dan mengambil seekor lalat mati. Ia pun berteriak dengan lantang, “Bagaimana bisa bergerak kalau pengemudinya sudah mati?”

Sebenarnya, itu adalah diagnosis yang salah. Ayahnya telah menemukan ternyata baterainya copot akibat jatuh tadi. Tapi ia menikmati komentar polos anak itu. Kemudian ia memperbaiki dan mengembalikan kepada anaknya yang kembali bermain dengan mobil mainannya.

__________________________________

Hahaha…konyol juga si anak kecil ini tadi !

Kadang kita juga sekonyol anak kecil di kisah ini loh ! Sebenarnya karena kesalahan kita sendiri, tapi kita mulai mencari kambing hitam. Mulai dari kecil kadang orang tua melakukan pembelajaran yang bodoh, misalnya anak jatuh tersandung karena lari-lari, orang tua mengatakan “Ughh, dasar batunya yang nakal ya! Yuk kita pukul batunya, dik!”

Mulai sekarang, ketika terjadi kegagalan dan masalah, cobalah untuk berbesar hati mengakui kesalahan kita sendiri, bila memang itu kesalahan kita. Jangan mencari-cari kesalahan orang lain yang tidak tahu apa-apa. Setuju ?

Seringkali kegagalan juga mengajar kita untuk tidak sombong dan tidak gegabah. Batu sandungan pun Tuhan sanggup kok ubah menjadi batu loncatan! Amin?

logo