Mimi lan Mintuno

Loh mana Mamanya Gideon, kok nggak diajak?

Sering saya dapat pertanyaan seperti itu dari orang-orang, di kala terlihat saya sedang sendirian saja.
Hehehe…!

Dalam hati saya sih menjawab, “Lhaaa…emang harus selalu saya ajak?

Tapi begitulah, kalau itu pasangan, kami ini, anak dan mamanya, seperti mimi lan mintuno.
Tahu mimi mintuno?

Itu adalah kepiting tapal kuda atau belangkas, yang kemana-mana mesti bersama-sama.
Kalau dipisah, mereka akan mati.

Bahkan, kalau di masak terpisah, kepiting-kepiting itu akan mengeluarkan racun yang mematikan.
Wow! Ampe kaya gitu ya!

Tapi, sebisa mungkin memang saya ini selalu membawa mama, kemana pun saya pergi.

Pertama, saya memang hanya punya mama seorang. Tidak ada lagi anggota keluarga kami dalam satu rumah.

Kedua, saya ingin membahagiakan mama. Saya pelayanan ke sana-kemari, sebisa mungkin saya selalu mengajak mama. Kecuali di ibadah pemuda, biasanya saya tidak mengajaknya.

Dalam ibadah yang saya layani, mama suka-cita menikmati hadirat Tuhan dan melihat bagaimana anak satu-satunya sekarang mendedikasikan hidupnya buat Tuhan Yesus.

Saya tidak tahu, apakah di hatinya ada sedikit terbersit rasa bangga ke anak satu-satunya ini?
Hehehe…Hanya Mama dan Tuhan yang tahu!

Tidak jarang pula saya lihat ada kelelahan yang nampak di wajah Mama ketika mengikut saya dalam menjalankan tugas negara, eh salah, tugas Kerajaan Surga ding!

Tapi Mama tidak pernah kapok, bahkan berkata “Mama seneng ikut kamu (pelayanan) khotbah. Ikut kamu aja ya… Daripada diajak orang pergi tapi gak jelas kemana dan buat apa.

Jadi, buat Anda yang pernah melihat kebersamaan kami berdua secara langsung,
bukan dari kata orang atau karena melihat foto postingan saya, anda pasti sudah maklum akan hal ini.

Bahkan ya itu tadi, aneh kalau melihat saya tidak sedang bersama dengan Mama!
Ya kan?

Banyak juga para mama-mama di luar sana, mereka jadi iri melihat kebersamaan kami.
Kok bisa ya anak dan mama jaman now  bisa rukun seperti itu?

Anak saya gak seperti kamu, Gideon… Anak saya malu kalau foto bersama mamanya. Anak saya selalu memberontak ama saya. Mereka cuek seolah lupa dari mana mereka dilahirkan,” demikian curhat seorang mama kepada saya.

Saya tahu, saya salah sebagai mama. Tapi masakan tidak ada maaf sedikit pun dari anak saya ke mamanya? Mereka sekarang menjauh” tutur seorang mama kepada saya dengan linangan air mata.

Pagi ini, saya dapat kiriman link video dari seseorang. Dia bilang, video itu saya banget!
Begitu saya buka, Oh My God!

Kok masih ada ya ternyata orang yang seperti itu?
Saya pikir cuma saya seorang diri saja yang aneh sendirian di muka bumi ini.

Di video tersebut, dikisahkan seorang Guru yang hanya hidup berdua dengan mamanya yang sudah lansia dan terserang penyakit alzheimer. Dengan kondisi mamanya yang lemah seperti itu mengharuskan dia membawa mamanya, bahkan saat ia mengajar di kelas.

Banyak orang tua murid yang protes dan tidak suka dengan Pak Guru.
Tapi, rupanya diam-diam cara Pak Guru memperlakukan mamanya itu sudah menginspirasi para anak didiknya untuk berlaku hal yang sama ke mamanya. Saling mengasihi dan saling peduli.

Sungguh ini membuat para orang tua yang awalnya menolak keberadaan Pak Guru yang terlalu dekat dengan mamanya, kini berubah!
Tanpa sadar, air mata saya pelan-pelan menetes, dingin membasahi tangan saya yang sedang ada di tuts keyboard laptop saya.

Nah sekarang video itu saya share buat Anda.
Doa saya, kisah kami dan kisah di video ini, menjadi inspirasi yang mentransformasi relasi anak dengan orang tuanya.

Jangan lupa ya, kalau melihat kami, saya dan Mama lagi jalan di mana gitu, ditraktir ya!
Hahaha…!

Gak lah, disapa saja kami sudah cukup senang kok!

Link Video:
https://www.youtube.com/watch?v=0sLxe3CqnPE

Gideon Yusdianto
instagram @61d30n