METAMORFOSIS

Suatu ketika hiduplah seekor ulat di taman.

Ia tahu waktu untuk metamorfosisnya sudah dekat. Namun, ia takut

“Bagaimana bila aku berubah menjadi kupu yang buruk rupa? Bagaimana bila aku gagal bermetamorfosis dan malah mati? Bagaimana bila aku dimangsa ketika berada dalam kepompong atau tak bisa keluar dari kepompong?”

Itulah beberapa hal yang terus menghantui ulat ini.

Ketika sedang dilanda kebingungan, ulat ini bertemu seekor kupu yang cantik.

Ia pun memberanikan diri untuk bertanya, “Hai kupu, bagaimana dulu proses metamorfosismu? Apakah itu menyenangkan? Apakah kamu puas menjadi kupu-kupu seperti sekarang?”

Kupu itu melihat sang ulat dan tertawa.

Ia kemudian berkata, “Hai ulat, jangalah hatimu ragu. Ambillah langkah yang tepat dan bersiaplah untuk menjadi lebih baik. Jangan takut untuk berubah.”

Setelah berkata begitu, kupu itu berlalu.

Ulat jadi semakin bingung. “Apa maksud dari kupu tadi?” begitu pikirnya. Ulat pun menunda-nunda waktunya melakukan metamorfosis. Hingga suatu hari, ayam datang padanya dan mematukinya sampai mati.

_________

Di dunia dewasa ini, orang yang tak mau berkembang dan takut untuk mengambil keputusan menjadi lebih baik akan mati.

Persaingan makin ketat di mana saja dan hanya yang terbaik yang dicari.

Jangan pernah ragu atau takut untuk berubah.

Ingatlah bahwa dalam hidup, meski kita mungkin sekarang ragu dan belum tahu akan menjadi apa, teruslah berkembang dan berubah menjadi sosok yang lebih baik.

 

(Lila Nathania)