MESKI TAK BERTAHAN SELAMANYA

Pada suatu siang, seorang cucu membuka album foto-foto lama dengan kakeknya. Di sana, mereka menemukan foto-foto lucu yang sudah terlupakan. Sang kakek pun dengan senang menceritakan setiap kejadian yang terjadi di balik tiap foto.

Tiba-tiba, sang cucu menemukan satu foto kakeknya sedang berdiri berdampingan dengan seorang perempuan. Cucu ini bertanya, “Siapa dia, kek? Wajahnya tidak seperti nenek!” Sang kakek pun mengambil foto itu, memandanginya sejenak, lalu tersenyum. Ia kemudian berkata, “Ini adalah seorang gadis yang dulu pernah kakek cintai.”

“Wah, siapakah dia, kek?” tanya sang cucu dengan tak sabar. Sang kakek berkata, “Namanya adalah Lydia. Dulu, kakek pernah menjalin asmara dengannya selama beberapa tahun. Setelah itu, kami bahkan sudah bertunangan. Sayang, tiba-tiba dia meninggal karena satu penyakit.”

“Astaga, berarti sia-sia saja dong hubungan kakek yang sudah bertahun-tahun itu?” sang cucu kembali bertanya. Sambil tersenyum lebar, sang kakek menjawab lagi, “Tentu tidak, cucuku. Tidak ada hal yang sia-sia. Dari hubungan itu, kakek belajar banyak tentang cinta, pengorbanan, kesetiaan, dan kerelaan hati. Dari hubungan itu, kakek telah berubah menjadi orang yang lebih baik dan lebih dewasa. Jika bukan karena Lydia, mungkin kakek tidak akan bisa menjadi suami yang baik untuk nenekmu.”

Sang cucu pun terdiam sesaat. Ia kemudian bertanya lagi, “Tapi, bukankah akan lebih baik bila sejak awal saja kakek sudah bersama dengan nenek?”

Sang kakek menjawab, “Kita selalu dipertemukan dengan orang yang tepat di saat yang tepat. Kakek selalu percaya dengan hal itu. Lydia mungkin memang bukan jodoh kakek. Ia harus pergi meninggalkan kakek. Namun, selama kami bersama, kakek telah tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Bukankah itu adalah hal yang baik?”

“Kakek kan memang baik, memangnya butuh Lydia ini untuk menjadi orang yang lebih baik?” tanya sang cucu sambil tetap tidak terima dengan pendapat kakeknya. “Nah, setiap orang punya porsinya sendiri-sendiri dalam memberikan dampak untuk orang lain. Itulah juga yang akan terjadi padamu,” jawab sang kakek.

Kakek ini kemudian mengambil foto Lydia dan memberikannya pada cucunya. Ia melanjutkan lagi, “Lydia mengajarkan kakek tentang cinta. Ayah-ibu kakek mengajarkan tentang kerja keras, kasih, pengorbanan. Teman-teman kakek mengajarkan tentang kesetiaan, solidaritas, dan sebagainya. Tiap orang selalu punya porsi dan posisi yang khusus dalam hidup kita. Mereka semua bermakna secara spesial.”

Sang cucu kemudian diam dan berpikir. Ia kemudian menjawab, “Begitu, ya. Betul juga sih bahwa aku pun juga memiliki guru yang berbeda-beda untuk setiap pelajaran di sekolah!” Kakek ini tersenyum makin lebar, “Nah, itulah keadaannya. Memang tidak mungkin kita mendapatkan segalanya dari satu orang saja. Jadi, walau sebuah hubungan tidak bertahan selamanya, bukan berarti hubungan itu tak berarti.”

__________________________________________

Tidak ada yang sia-sia memang ketika kita banyak berjumpa dan mengenal seseorang dalam kehidupan ini. Meski sejenak dan tidak selamanya kita bisa bertemu, tapi dalam hubungan itu banyak sekali pelajaran demi pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil.

Termasuk orang yang pernah melukai kita pun, paling tidak kita belajar 1 bab kehidupan yang konon paling sulit untuk manusia bisa lulus, yaitu bab “Mengampuni”