MENGULITI MUTIARA

Alkisah, seorang tua yang sangat beruntung. Ia menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah. Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu ia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.

Hatinya terus bergumam, kalau saja tidak ada titik noda hitam, mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia. Semakin ia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.

Tetapi setelah ia menguliti lapisan pertama, noda tersebut masih ada. Ia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan bahwa titik noda itu akan hilang.

Tapi, kenyataannya noda tersebut masih tetap ada. Lalu dengan tidak sabar, ia menguliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga titik noda hitam itu telah hilang, tapi mutiara tersebut juga ikut hilang.

___________________________________

Kisah sederhana hari ini mengajarkan kita tentang apa?

Tentang belajar menerima kekurangan di samping kelebihan ! Berapa banyak kita yang selalu fokus pada kekurangan yang sepele, tapi kita besar-besarkan dengan harapan kelemahan itu bisa dieliminasi. Padahal saat kekurangan itu suatu hari berhasil kita eliminasi, kita malah kehilangan sesuatu yang lebih berharga.

Seorang yang ingin memperbaiki pasangannya, bolak-balik mengkritik tanpa memujinya sama sekali. Di hari dimana ia sudah berubah, berubah pula kesetiaannya dan cintanya pada kita, karena sudah terlalu banyak luka di hatinya. Seorang orang tua yang terus menerus memberikan kritikan kepada anak tanpa diimbangi dengan pujian sebagai penghargaan, di hari dimana kelemahannya berhasil tidak tampak sama sekali di mata kita, tapi ia sudah semakin jauh dari kita, dan lebih dekat kepada pria atau wanita idamannya.

Masih banyak contoh-contoh yang lain. Mari kita sadari tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan kita yang maha sempurna. Yang ada semakin disempurnakan dengan belajar hidup bersama, dengan saling mengisi kelemahan masing-masing.

Malam minggu ini saya gunakan waktu saya untuk memberikan khotbah ke komunitas anak-anak muda di salah satu cabang GPPS Surabaya.

Selamat bermalam minggu !

logo