MENGGERUTUI NASIB

Pernahkah anda menyesali kehidupan yang anda jalani saat ini ?

Atau pernahkah anda menggerutu kepada Tuhan tentang nasib anda saat ini?

Ketika saya harus mengubur impian masa lalu untuk studi lanjut ke luar negeri, dan harus bekerja dari pagi hingga malam untuk mencukupi kebutuhan hidup, maka yang ada adalah rasa kecewa dan menyesal, menyalahkan sana sini, dan akhirnya menyalahkan Tuhan. Tidak terima rasanya dengan keadaan buruk yang harus saya alami !

Dalam pikiran saya, bukankah mestinya saya tidak se-sial itu jika uang orang tua saya tidak ditipu sana sini ?!

Ketika keadaan tidak seperti yang kita pikirkan dan kita inginkan, kita langsung menganggap bahwa Tuhan telah membuat kesalahan besar. Kita menyamakan diri kita dengan PribadiNya. Kita merasa bahwa apa yang di dalam impian atau keinginan kita-lah yang seharusnya terjadi, bukan fakta yang ada sekarang.

Teman, bersyukurlah jika kita memiliki Tuhan yang tidak gampang tersinggung atau pemarah. Tetaplah bersyukur meski dalam keadaan berkekurangan, karna Tuhan tetap menunjukkan kasihNya. dan bahkan menuntun kita ke dalam rancanganNya yang mulia, yang sudah Ia buat sebelum kita dilahirkan di bumi.

Tuhan tahu saat kita sudah melewati peristiwa, kejadian, situasi yang menurut kita tidak nyaman, tidak enak. Dari situlah kita akan mengetahui alasan mengapa Tuhan mengizinkan semuanya itu.
Yang Ia butuhkan dari kita hanyalah iman kita akan IA bahwa segala sesuatunya pasti akan baik-baik saja.

Jika kita telah mengerti hal ini, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menyesali kehidupan kita.
Tuhan telah merancangkan kehidupan yang indah dan luar biasa bagi kita. Oleh karenanya jalani hari-hari hidup kita dengan penuh suka cita dan ucapan syukur.

Sekarang setelah saya lewati semua bagian yang saya anggap kesialan itu, hari ini saya justru berterima kasih kepada setiap orang yang melukai saya, bahkan kepada Tuhan yang terasa mengecewakan saat itu. Lewat kejadian tersebut justru yang membawa saya untuk kembali pada jalanNya, bahkan melayaniNya. Saya marah hanya karena saya tidak tahu saja rancanganNya seperti apa waktu itu. Tetapi kini, saya bersyukur dan bersyukur.

Bagaimana dengan kisah anda?