Mau Beli Rumah. Waduh, kebayang gak sih duitnya darimana?

Salomo pernah menulis dalam Amsal 23:18 bahwa masa depan itu sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang.

Anda juga pasti mengaminkan bukan kalimat itu?

Suatu ketika, saat Almarhum Papa tiada.
Tahun 2000 saat itu.

Saya bilang kepada Mama, “Mama ada duit berapa? Saya ada tabungan sekian dari hasil berkerja ngelesin pelajaran Matematika, Fisika, Kimia SMA waktu itu.

Daripada kita gak bisa ngumpul, ayo kita beli rumah saja di Surabaya.
Meski itu hanya rumah sangat sederhana.”

Mama setuju dengan rencana saya.

Beliau bongkar-bongkar lemari, menghitung sisa uang belanja yang tersisa dan perhiasan yang dulu pernah dibelikan Almarhum Papa. Mama sudah tidak ada tabungan lain waktu itu.

Uang yang terkumpul dari kami, hanya bisa menjadi uang muka atau DP pembayaran sebuah rumah sangat sederhana tipe 36. Harga cash saat itu 80 jutaan Rupiah. Entahlah, kami juga tidak tahu bagaimana nanti harus melunasinya?

Rumah itu tidak ada dapurnya. Hanya ada 2 kamar ukuran kecil. Dan segalanya serba minimalis. Ngenes (mengenaskan) emang! 

Tapi teman, benarlah apa yang dikatakan oleh Salomo tadi.
Tuhan tidak pernah tertidur!

Dia tolong kami berdua, dengan banyak caraNya, sehingga hari ini kami tinggal di rumah yang sangat layak huni.

Ada keluarga kami yang kemudian meminjami uang dulu tanpa bunga supaya kami dapat membelinya lunas.

Di kemudian hari ada juga berkat tak terduga sehingga kami dapat merenovasi dengan lebih baik, daripada cuma versi standar bangunan dari pengembang.

Beberapa furniture pun dapat terbeli dari berkat yang kami terima, sehingga rumah kami tidak kosong tanpa perabot sama sekali.

Dan puncaknya, beberapa tahun kemudian, pengembang juga menawarkan satu kavling tanah persis di belakang rumah kami dengan harga sangat miring dan cara pembayaran yang sangat ringan.

Biar rumah Bapak lebih luas kan enak Bapak beli saja!” Demikian kata Bapak Joko, direktur perumahan saat itu.

Aneh juga tuh kavling kagak laku-laku! Padahal sisi kiri kanan sudah laku terjual. Tuhan itu sungguh ajaib, tak mudah dipahami terkadang caraNya!

Meski saya dalam keadaan sudah tidak ada dana lagi, tapi karena murah dan bisa nyicil dengan ringan, akhirnya terbeli juga tuh kavling.

Terima kasih Tuhan!

Saya mau bilang, kalau saya ditolong Tuhan seperti ini, Anda pun pasti juga ditolongNya. Ada banyak keterbatasan kita sebagai manusia. Tapi Tuhan yang tak terbatas itu mampu menerobos segala  kemustahilan.

Maka Teman, Salomo juga menuliskan dalam Amsal 3:5-6.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Yang saat ini Anda pengen punya rumah sendiri, ini doa saya.

Ya Tuhan, bila rumah di Surga Engkau sudah menyediakannya buat kami yang percaya kepadaMu.

Doaku, mereka yang membutuhkan rumah di bumi buat keluarga mereka, Tuhan jawablah segala harapan mereka sesuai dengan cara dan waktuMu ya Tuhan.

Amin!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n