Masa Laluku Telah Berlalu, Tak Lagi Berlaku!

Menjelang akhir 2018 ini, saya banyak dipertemukan oleh orang-orang yang menceritakan masa lalu mereka.

Dari yang tidak menyangka kalau hari ini bisa menjadi indah seperti sekarang, sampai yang tersiksa dengan masa lalunya yang penuh aib.

Saya dulu nakal. Dari Ndugem, mabuk, sampai membeli kepuasan seks dengan banyak wanita. Itu masa lalu saya!

Semua teman saya di masa lalu tidak percaya kalau saya sudah bisa lepas dari semua itu.
”, demikian kata seorang koko yang dari wajahnya pun saya tak percaya kalau dulunya pernah sebejat itu. Nampak alim!

Di lain hari, saya diminta mendoakan seorang mantan orang kaya. Hari ini ia menjadi depresi karena semua hartanya habis ludes.

Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa sekarang ia hidup dari belas kasihan orang semata. Fantasi seperti inilah yang membuatnya harus terus menerus minum obat anti depresi.

Ada juga seseorang yang men-direct message saya di instagram. Wanita ini mulai menceritakan masa lalunya yang pernah mengalami kekerasan seksual dari hmmm……ayahnya sendiri!

Sampai menghela nafas panjang ketika saya membaca pesannya yang begitu panjang itu. Kengerian seperti itu yang membuat ia trauma dan terluka. Susah move on dari kenangan buruk itu. Bahkan sering terbawa dalam mimpi.

Begitulah, tiap orang punya masa lalu. Entah itu indah maupun yang buruk. Saya juga!

Saya tidak mungkin bisa menyangkal, membuang dan menguburkannya.

Di sana ada jejak-jejak yang indah dan ada pula goresan-goresan hitam yang mungkin membawa luka. Masa lalu itu tak mungkin hilang begitu saja.

Tapi saya tak mau larut di dalam masa lalu, sampai tak mampu membebaskan diri ke masa kini.

Saya akan mengolah masa lalu menjadi sebuah kekayaan warna kehidupan, sebagai bahan bakar untuk melaju ke masa depan.

Ada banyak kesibukan yang harus saya hadapi dan selesaikan di masa sekarang.

Ada banyak harapan yang harus saya tempuh dan layak saya perjuangkan di hari depan.

Jadi, saya tak akan pernah lagi mau menoleh ke masa lalu. Say goodbye to yesterday!

Tapi tidak semudah yang Anda tuliskan, Pak!
Mungkin itu teriakan di hati Saudara bukan?

Saya tak punya resep yang jitu selain yang pertama, terimalah semua hal di masa lalu sebagai kenyataan yang menjadi bagian hidup kita. Tak bisa dihapus dan tak bisa diulang juga dengan hal yang sama persis.

C…mon, wake up guys!

Yang kedua, mintalah Tuhan mengubah semua sampah itu menjadi kompos. Maksudnya dari hal buruk nan busuk, menjadi sesuatu yang berguna untuk menumbuhkan keindahan lainnya.

Kalau saya dan orang lain bisa, Anda juga pasti bisa!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n

Lokasi: Calibre Coffee Roasters