Macak itu penting! Kalau acak-acak ntar yang lain pada mencak-mencak!


Penampilan luar adalah terjemahan paling payah dari nilai-nilai yang ada di dalam.”

Itu katanya Aesopus, seorang penyair dari Yunani yang hidup di tahun 620-564 SM. Intinya, penampilan orang dari luar itu suka menipu. Kelihatannya OK OK saja, ehhh…dalamnya ternyata Not OK.

Kalau kata saya, apa yang di dalam, terjemahkan saja apa adanya. Gak perlu di-make up dulu biar nampak cantheeque.

 

Kalau dalamnya lagi baper, masa kita terjemahkan “Saya lagi baik-baik saja kok!”

Kalau dalamnya lagi sumringah, masa ya kita bilang “Ah, biasa aja kok!

Kalau dalamnya lagi marah, masa ya kita bilang, “Saya cinta banget ama kamu!”

Jadi aneh kan!

 

Pantas saja si Aesopus menyampaikan pandangan bahwa penampilan luar itu terjemahan paling payah dari apa yang ada di dalam.

Berapa banyak coba yang sedang tersiksa karena harus menjalani hidup seperti yang orang lain tuntut dari dirinya.

Hidup yang paling nyaman adalah saat kita pede dengan apa adanya kita.

 

Makanya penting buat kita untuk ngurusin dulu yang bagian dalam. Kan ada quote “Garbage in, garbage out”. Kalau dalamnya sampah, yang keluar ya pasti aslinya, yaitu sampah!

Kenapa gak mulai sekarang isilah yang di dalam itu dengan hal-hal yang baik dan manis tuk dipahami. Maka niscaya akan termanifes dengan baik dan manis pula di bagian penampilan luarnya.

What you see is what you get. Kalau emang masih risih, jangan.sampai berubah itu dijadikan target! Ntar yang lain jadi kaget! Hahahaha! 


Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n

Lokasi : ig @titikkomacoffee