LOMPATAN BELALANG

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.

Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut.

Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain.

Namun ia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,

Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,

Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

_____________________

Terkadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.

Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah kita separah itu?

Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri bisakah “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” bila kita mau menyingkirkan “kotak” itu?

Tidakkah kita ingin membebaskan diri agar bisa mencapai sesuatu yang selama ini dianggap di luar batas kemampuan kita?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.

Karena itu, teruslah berusaha mencapai apapun yang kita ingin capai.

Sakit memang ya, lelah juga, tetapi bila kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupan kita akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan kita. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk kita.

(WyB)