LANDAK

Tahukah anda bahwa ternyata sesama hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.
Duri duri tajam yang mengitari tubuh mereka adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri, landak sulit untuk merapatkan tubuhnya sendiri dengan tubuh anaknya yang masih kecil atau barusan dilahirkan.
1

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yang menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, maka para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh mereka ; meskipun mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya terkena duri-duri landak lain yang menusuk &  melukai kulit-kulit mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, maka segera saja mereka saling menjauh. Namun jika  rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, maka mereka akan segera merapat lagi… dan demikianlah seterusnya sepanjang malam, landak-landak itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat. Merapat terlalu lama akan menimpakan atas mereka banyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yang lama, maka rasa dingin bisa menewaskan mereka.
Nah teman, itu binatang landak!  Sekarang bagaimana dengan kita manusia?  Sering saya dengar pernyataan orang yang lagi konseling tentang luka hatinya. “Tapi kalau saya dekat-dekat lagi ama dia, saya sudah trauma dengan sikapnya, dengan kata-katanya yang kasar dan penuh makian. Saya ga’ mau lagi tinggal bersamanya. Saya ga’ mau lagi bersahabat dengannya. Saya susah untuk bisa mengampuninya sekali lagi.” Kata-kata itu selalu saya dengar dengan nada greget yang amat sangat, bahkan kemudian diakhiri dengan tetesan air mata.
Realita kehidupan kita membentangkan gesekan demi gesekan satu sama lain. Tanpa sadar gara-gara terlalu dekat dengan seseorang, kita sudah kurang kepekaan dalam mengucapkan perkataan. Tapi dari gesekan itu mestinya kita belajar lagi sebuah cara baru untuk tetap mengasihi tapi tak melukai,
Selalu ada pilihan diantara 2 sikap. Menjauh dan tak terluka lagi oleh kata-kata dan sikap yang seperti duri landak itu. Tapi akhirnya kita menjadi pribadi yang anti sosial, menjauh dari berbagai macam pergaulan sampe akhirnya kita menjadi pribadi yang “dingin”.  Ataukah kita mau mendekatkan kembali hubungan kita, agar kehangatan kasih itu kita dekap kembali, tapi dengan resiko mungkin suatu hari nanti “duri” nya menusuk dan menyakiti lagi.
Anda pilih yang mana teman ?
” Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya.” (Amsal 27:17, BIS)
-gideon yusdianto-

2 thoughts on “LANDAK

  1. Klo aq tetep memilih mendekat u/memperbaiki hubungan dgn sesama.
    Krn selama hidup qta pasti memerlukan & membutuhkan sesama qta.
    Soal gesekan2 yg tdk menyenangkan, itu bisa jadikan pelajaran u/saling memahami diantara qta.
    Krn dgn gesekan itu qta dpt mengerti apa yg diingini seseorang.

  2. Tuhan menciptakan Hawa karena Tuhan melihat Adam tidak bisa hidup seorang diri. Demikian juga manusia sebagai makhluk sosial, satu dengan yang lain tentunya saling membutuhkan. Perbedaan akan selalu ada, karena Tuhan memang menciptakan kita satu dengan yang lain berbeda. Bukan untuk saling menyakiti tapi saling melengkapi. Terlepas dari semua hal diatas hanya KASIH yang mampu membuat semua menjadi hangat. Amin

Comments are closed.