Lagi sendirian ya? Terlalu sering sendiri bisa jadi sensi loh! Btw, saya juga lagi sendiri kok! Eaaa…

Dalam keseharian, saya tak pernah merasa sendirian atau kesepian.

Tuntutan profesi dan tuntutan melayani sesama, membuat saya harus ketemu dengan orang ini dan orang itu.

Banyak profil manusia yang saya harus hadapi.

Banyak pelajaran demi pelajaran hidup yang saya dapatkan juga dari sana.

Dan banyak komunitas akhirnya terbangun di atas pondasi solidaritas.

Kadang malah saya bertanya, terus kapan dong saya bisa menikmati me time ?

Sendiri, kata psikoanalis Adam Philips, merupakan peluang untuk memulihkan kemanusiaan yang tergores, tercoreng dan terkoyak.

Bagi saya, sendiri justru adalah suasana yang pas untuk instropeksi diri dan menggali inspirasi. Nah biasanya saya gak sendiri lagi setelah itu. Tuhan hadir!

Ilmuwan Blaise Pascal juga pernah berkata, seluruh persoalan manusia berawal dari ketidakmampuannya untuk tenang dan sendirian.

Bahkan, Andrei Taskovsky, pembuat film, pernah berkata agar kita belajar menikmati kesendirian.

Asal jangan memakai kesendirian sebagai mekanisme pertahanan diri agar tak dilukai.

Namanya juga manusia, kan sejatinya makhluk sosial. Dia akan terbentur dan dibentur. Agar ia terbentuk dan dibentuk.

Ya udah, yang lagi sendiri, jangan sedih.
Tuh lihat matahari juga sendiri, tapi ia tetap memilih untuk menyinari bumi!

Teman, kesendirian mungkin sejenakĀ  mampir bertamu. Tapi ia tak kan bermalam. Karena kesendirian tahu Anda sudah punya sahabat. Yaitu Anda!

Eaaaa…makin puitis ya! Hahaha….!

Ditulis setelah nyeruput manual brew biji kopi Kenya di @tbrkrumahkopi

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n