Kurir ambil barang, lha kok bonus ketemu setan. Hihihihihi….!

Pernah gak Anda bergumul soal ini. Pekerjaannya bikin capek, plus resiko tinggi. Tapi upahnya belum sesuai dengan harapan Anda.  Orang Suroboyo bilang “Gak nyucuk!

Apa pun jawaban Anda, saya mau cerita soal Agung Arta Prasetyawan.
Siapa itu? Gak terkenal!

Emang saya kan seneng banget bergaul dengan yang gak terkenal, yang biasa saja, yang dipandang sebelah mata. Tapi bagi saya mereka ini juara!

Agung ini kurir dari Si Cepat Ekspres. Per November 2020, masih sekitar 2 bulan dia bergabung di sana.

Tugasnya khusus pickup atau ambil paket kiriman di area Raya Darmo dan sekitarnya. Makanya baru saja saya bisa ambil foto selfi dengannya. Agung memakai seragam yang bisa jadi kini menjadi kebanggaannya. Lha mesti dipakai ehhh! Hehehe….

This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2020-11-12-at-1.10.27-PM-768x1024.jpeg

Karena dampak corona, beberapa lama Agung sempat menganggur. Gak ada pekerjaan. Sebelumnya, bekerja ikut ayahnya dalam beberapa proyek kelistrikan. Tapi, bagaimana pun asap dapur kan harus mengepul!

Apalagi Agung sudah punya putri, masih 4 bulan usianya. Namanya Tyia Anggraini Prasetyawan. Saya tersentuh lihat foto dia bersama anaknya yang dipasang sebagai profil WA.

This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2020-11-12-at-2.14.28-PM-1024x1013.jpeg

 

Jualan saya di market place sangat terbantu sekali oleh Agung. Apalagi tagline toko saya adalah Fast Delivery and Best Price. Lha kalau gak cepet nyampai ke tangan pembeli kan namanya OPUD. Over promised, under delivered.

Salah satu aspek terpenting biar gak PHP adalah kecekatan dan kecepatan kurir mengambil dan mengantar barang dagangan saya.

Biasanya siang atau sore Agung ini datang mengambil barang yang sudah diorder pembeli toko saya. Tapi pada hari itu, hujan mengguyur Surabaya seharian. Dari siang hingga malam.

Anda yang lebih banyak bekerja di jalanan, termasuk para kurir, sangat kerepotan kalau sudah masuk musim hujan. Semoga tahun ini Surabaya baik-baik saja yak, gak banjir!

Mau diambil atau diantar,biar cepat gitu, tapi nanti barang resiko basah dan rusak. Mau gak diambil atau diantar, nanti customer marah-marah. Saya sih sangat paham dengan kondisi ini. Efeknya bisa berantai. Saya pun kena damprat kalau barang tidak kunjung dikirim.

Akhirnya di malam itu sekitar hampir jam 8 malam. Terjadi percakapan di WA.

“Pak saya sudah di depan”
“Lha seperti biasanya Mas. Ambil aja langsung barangnya. Saya gak di tempat”

Gak lama kemudian gak ada balasan lagi. Emang biasanya Agung ini dah pantes kok dijukin “Si Cepat”. Dia dah tahu mau saya. Enak wes….!

Anda pikir ah biasa lah SOP kan begitu. Hujan menghadang pun harus diterjang bagi seorang kurir. Perkara besoknya kerokan di badan, itu cerita nanti! Hahaha!

Tapi baru saja saya tahu kisah lainnya di balik kejadian malam itu.

Saya cepet-cepat balik Pak malam itu. Kaget Pak! Lha di samping kiri saya ada bunyi wanita menggoda gitu dengan tertawa.”

Saya bayangin mungkin kayak tertawanya Almarhumah Suzanna. Artis lawas yang terkenal dengan film-film horornya.

Hah?? Beneran Mas?
Iya Pak. Suaranya jauh gitu”
Lha kalau jauh ngapain takut?
Ada yang bilang. Kalau suaranya jauh itu malah dia posisinya dekat ama kita. Kalau suaranya keras malah posisinya dia jauh dari kita”
Oh gitu. Kok saya baru tahu malahan Mas!

Nah loooh! Ada SOP gak ya dari perusahaan ekspedisi? Bagaimana saat kurir menghadapi gangguan roh-roh lain saat dalam tugas. Ada training dan asuransinya gak kalau terjadi apa-apa? Hehehe!

Yang jadi iman saya sih, setan itu ada. Tapi dia ada di bawah telapak kaki saya. Karena Roh di dalam saya, jauh lebih besar daripada rohnya dia. So, EGP lah!

Nah kembali ke pertanyaan saya di awal. Masih “mbelani”kah Anda bila ada tantangan pekerjaan yang sangat besar, tapi belum sesuai dengan apa yang Anda terima?

Kesimpulan saya, Agung Arta Prasetyawan. Kamu hebat! Semangat ya bekerja keras menyanggah piring keluarga.


Saya teringat dengan Napoleon Hill yang pernah mengatakan begini.

Mulailah di mana pun kamu berada. Bekerjalah dengan alat apa pun yang kamu punya.
Peralatan yang lebih baik akan ditemukan, ketika kamu melangkah.

 

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n