KOTAK PENINGGALAN IBU

Perang Vietnam pecah. Seorang suami muda bergabung dengan militer dan mengorbankan hidupnya meninggalkan istri dan anak-anaknya.

Sang istri menjadi janda dan anak-anaknya menjadi yatim. Kehidupan pascaperang ketika itu sangat sulit. Sering kali tidak mendapatkan cukup makanan untuk dimakan. Meski masih muda dan cantik, sang istri menolak untuk menikah lagi dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membesarkan anak-anaknya dengan memberikan perawatan dan pendidikan yang terbaik.

Sebuah kesempatan datang, anak pertama berimigrasi ke Amerika, belajar keras, dan menjadi teknisi mesin NASA dengan memiliki kehidupan yang baik.

Anak itu sering mengirimkan surat untuk ibunya bersama dengan banyak uang untuk dihabiskan ibunya. Namun, beberapa kali Natal, dan beberapa kali Tahun Baru berlalu, dengan berbagai alasan, anak itu keras kepala menolak untuk melakukan perjalanan pulang demi mengunjungi ibunya.

Ketika sang Ibu meninggal, anak itu pulang dan mengorganisasi pemakaman besar bagi ibunya. Tapi tidak seorang pun melihat ia mengeluarkan air mata.

Ibu meninggalkan sebuah kotak yang selalu ia tempatkan di bagian atas tempat tidurnya. Selama pemakaman, anak itu membuka peti dan tiba-tiba ia menangis, terisak, memeluk peti mati ibunya dan berteriak histeris, “Ibu! Ibu!”

Semua orang saling memandang dan melihat ke dalam kotak. Kotak itu penuh dengan uang lembaran 100 ribu dan selembar kertas. Di dalamnya terbaca, “Anakku, Ibu tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Ibu sangat merindukanmu. Setiap kali Ibu mendengar suara sepeda motor yang lewat, Ibu selalu membuka pintu, tapi itu bukan anakku. Ibu menyimpan uang ini untuk keperluanmu jika ternyata kau sakit.”

___________________________________________

Kasih seorang ibu adalah selalu melakukan segala hal bukan demi kepentingannya sendiri. Di atas kepentingannya sendiri, seorang ibu selalu mendahulukan kepentingan anaknya. Meski untuk hal itu dibutuhkan pengorbanan besar.

Tidak jadi masalah ia sakit, asal anaknya bisa sehat dan sembuh. Tidak masalah ia kelelahan, asal anaknya nyaman dan bisa beristirahat.

Sekarang, sebagai anak, apakah anda pernah melakukan pengorbanan serupa seperti yang ibu lakukan pada kita? Jika belum, mari sebelum terlambat, segera lakukan tindakan kasih yang sebenarnya sudah lama ibu kita rindukan.