Kopikir-pikir sendiri lah rasa kopi itu apa?

Sebelum Juni 2017, saya tak pernah suka minum kopi.

Yang pertama trauma. Waktu masa sekolah dulu pernah minum kopi terus mata ini melek sampai pagi. Wih, tersiksanya ampun dah! Nah, sekarang saya tahu itu hanya efek psikologis saja sih!

Memang zat kafein yang terkandung di dalam kopi membuat jantung dipacu lebih kencang hingga mata ini terang. Tapi efeknya sebentar saja kok! Bukan sampai semalam-malaman jadi gak bisa tidur.

Yang kedua, pahit! Saya belum mengerti ternyata rasa kopi itu bukan pahit saja, meski diminum tanpa gula. Anda perlu cupping lebih banyak lagi untuk bisa menemukan rasa yang lain dari kopi selain pahit.

Tapi ingat ya, kopi itu digiling, bukan digunting!

Ah, ya sudahlah! Itu masa lalu. Sekarang saya tidak sampai yang maniak juga sih. Ada teman saya yang langsung pusing kalau tidak minum kopi, sehari saja!

Saya senang bila masuk ke kedai kopi yang menawarkan biji-biji kopi terbaiknya. Jadi bisa milih dulu sesuai selera saya. Biji kopi yang terbaik ketika disangrai, kemudian digiling dan diseduh, akan menghasilkan secangkir kopi yang sedaaap!

Begitu juga dengan hidup ini bukan?

Agar kita bisa menikmati sedapnya lika-liku kehidupan, ada kalanya kita digiling lewat proses yang berat. Bahkan tak jarang prosesnya lama.

Masih ingat gak saat demikian, lantas kita teriak-teriak, protes ama Tuhan. “Tuhan, mengapa harus saya yang mengalami ini? Salah saya apa emang?

Tapi itulah yang membuat kita bukan jadi anak-anak yang gampangan. Mental dan iman kita ditempa oleh banyak sekali kejadian demi kejadian.

Awal-awal saya belajar minum kopi, saya diejek oleh seorang teman.

Gideon, minum kopi kok pakai gula. Gak enak! Malah rusak rasa kopi aslinya!”

Setelah saya praktekkan, eh betul juga!

Ternyata di balik rasa pahitnya kopi itulah yang menghantarkan saya ke rasa-rasa yang lain. Bukan rasa yang pernah ada loh! Hahaha…itu mah rasa galau!

Di balik rasa pahit secangkir kopi, di sana ada rasa buah-buahan, ada wangi bunga-bungaan, ada rasa masam yang menyegarkan.

Bahkan bisa muncul bau harum rempah setelah didiamkan beberapa saat lamanya. Tanpa gula dan tanpa campuran lainnya!

Pelajarannya, butuh sedikit rasa pahit supaya kita sadar bahwa tidak melulu hidup ini berjalan seperti yang kita mau. Maunya kan manis terus ya?

Tapi ternyata dibalik pahitnya kenyataan, terselip hal baik yang terasa begitu indah dan inspiratif untuk direnungkan.

Yang terakhir, awalnya saya selalu mikir. Kenapa ya yang duduk ngopi itu bisa lama banget nongkrongnya. Hanya satu cangkir kopi bisa berjam-jam duduk di coffee shop.

Otak bisnis saya langsung keluar. Wah, bisa rugi nih bisnis buka kedai kopi. Logikanya, kalau mau untung gedhe kan harus cepat tuh perputaran pergantian pengunjungnya. Bukan malah duduk berlama-lama di sana!

Ternyata oh ternyata, saya baru tahu sekarang!

Untuk merasakan nikmatnya kopi memang tidak boleh diminum buru-buru. Pertama kopi dihidangkan, langsung hirup aroma wanginya. Terus diminum sedikit demi sedikit.

Kenapa begitu?

Saya pernah merasakan rasa yang berbeda ketika secangkir kopi didiamkan untuk waktu yang berbeda-beda. Didiamkan 5 menit sudah beda rasanya dengan saat didiamkan 15 menit. Ada transisi rasa, gitulah istilahnya!

Hahaha…Gak percaya? Ya gak usah percaya kalau belum dicoba sendiri!

Nah, lagi-lagi saya analogikan dengan kehidupan. Jangan terlalu terburu-buru menikmati detik demi detik kehidupan ini. Rasakan detaknya! Di situlah sensasi nikmatnya mulai muncul.

Nikmati saja prosesnya, entah itu ringan atau berat. Catat ya, proses itu lebih penting daripada hasil akhirnya. Hasil akhir tak kan pernah dikhianati oleh proses. Saya terlalu percaya akan hal itu!

Jadi, enjoy your life! Ngapain juga mulai mikir bunuh diri atau kapan mati! Picik banget sih jadi orang!

Lha tapi saya belum sampai ke tahap nikmatnya mengecap kehidupan Pak! Mungkin masih digiling kali ya?”

Hehehe…! Ada yang protes begitu ya?

Tenang! Waktu kan terus berjalan. Bukan tetap bertahan bukan?

Tetap on fire menikmati kehidupan! Jangan padamkan semangatmu. Maka harinya pasti akan tiba, secangkir kopi itu terasa harum dan nikmat.

Sluuuurrrrph…..Argghhh….Wuenaaaak!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n