KEPEDULIAN

Ada beberapa kasus melahirkan yang benar-benar tak bisa ditunda sekalipun ibu tersebut belum berada di rumah sakit. Kalau sudah begitu, hanya orang sekitar dan Tuhan yang bisa menolong. Namun sebuah pemandangan menakjubkan terjadi di Wuhan.

1

Hari itu, Luo Renzhen sedang keluar bersama dengan putrinya ke ATM di jembatan Yibin Nanmun. Tiba-tiba ia mengalami rasa sakit di perut yang luar biasa. Hal itu membuat Luo Renzhen terduduk di jalan. Ia mulai kesakitan dan memegangi perutnya sementara putrinya berteriak minta tolong.

 2

Luo Renzhen sepertinya akan melahirkan. Orang-orang pejalan kaki yang kebanyakan wanita kemudian menghampiri ibu dan anak itu. Sadar bahwa wanita yang mereka tolong sepertinya melahirkan, para pejalan kaki ini berpikir cepat untuk menolong.

Mereka pun membukakan payung untuk membuat ruang persalinan darurat. Selain melindungi dari teriknya hari bagi si ibu dan calon bayi, juga menjaga agar persalinan darurat itu tetap tertutup. Wanita itu dikuatkan oleh para pejalan kaki sementara dokter segera datang ke lokasi.

 3

Untung dokter datang tepat pada waktunya. Ia menangani Luo Renzhen dalam persalinan. Namun karena sang bayi lahir prematur, maka mereka harus segera membawa ibu dan anak ini ke rumah sakit. Beruntunglah si ibu dan anak bisa sampai dengan selamat dan segera dirawat intensif di rumah sakit setelah kejadian dramatis itu.

 4

 Salut untuk aksi patriotik para pejalan kaki dan ibu-ibu yang menjaga dan melindungi Luo Renzhen dengan payung. Serta para wanita yang menguatkan Luo untuk bertahan selagi dokter di jalan. Semoga ibu dan anak ini sehat selalu, sehingga saat besar nanti, si anak bisa mendengarkan kisah kelahirannya yang mengesankan

____________________________________________________________________

Kisah nyata di Wuhan ini menjadi menarik karena manusia menjadi semakin individualis dan egois. Akibatnya dunia menjadi semakin dingin dan jauh dari kesan hangat. Tanpa sadar kita membangun kubu-kubu, mempertegas garis batas perbedaan dan tidak lagi peka terhadap kepentingan orang lain.  

Saya jadi ingat peristiwa +- 20 tahun yang lalu. Kalau bukan karena kepedulian seorang tukang parkir  di bilangan jalan ketabangkali Surabaya, mungkin hari ini saya sudah tiada. Sampai hari ini saya tidak bisa mengingat kenapa kecelakaan itu terjadi. Tiba-tiba saja ketika saya sadar terlihat banyak orang mengerumuni saya terkapar dengan kubangan darah di aspal jalan depan patung Yos Sudarso.

Tukang parkir yang selalu ngepos di warung pecel dekat sana itu berlari menerobos kerumunan orang banyak. Diamankannya beberapa barang penting yang saya bawa. Dengan sigap dia membawa saya yang antara sadar dan tidak menuju ke Rumah Sakit Adi Husada.

Singkat cerita, mas tukang parkir ini mengantarkan saya pulang ke kos waktu itu, setelah ia cukup lama menunggui saya di ruang emergency. Dia bilang, “Aduh mas, saya kuatir waktu tadi melihat mas ditutup kain putih. Saya pikir mas udah ga ada. Syukurlah kalau mas boleh pulang sekarang. Kos nya di mana alamatnya? Tak anterin! “

Saya terharu, di antara manusia yang cuma mengerumuni dan tidak melakukan apa pun, ada seorang tukang parkir yang polos dan sederhana ini menolong saya sampai tuntas. Saya lupa namanya, ahhh…seandainya dia juga ikut membaca tulisan saya ini.

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17).

-gideon yusdianto-