Kembang Api dari abu kekasihnya

Pernahkah anda ditinggal pergi ke surga oleh orang yang anda kasihi untuk selama-lamanya? Hal itu memang bisa meninggalkan kesedihan dan luka yang sangat mendalam.

Seperti yang dialami oleh Gary Maunder (55). Sang istri Annette Maunder (55) meninggal karena kanker tahun ini. Dan sebagai seorang suami, ia ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk mendiang istrinya.

1

Seperti yang dilansir oleh metro.co.uk, Annette memiliki keinginan agar abunya nanti (ketika ia meninggal dan dikremasi) bisa dijadikan bahan kembang api. Gary yang merupakan mantan marinir kerajaan pun memenuhi keinginan istrinya itu dengan membawa abu sang istri ke pabrik kembang api di Essex bernama Heavenly Stars Firework.

2
Kiri: melepas kepergian Annette dengan mengubah abu jenazahnya jadi kembang api. | Kanan: Annette saat Natal 2013. | Foto: copyright metro.co.uk

Pabrik kembang api itu kemudian mencampurkan abu Annette dengan bahan kembang api yang bisa menampilkan warna hijau dan emas. Kembang api itu kemudian dinyalakan di Devonport Park di Plymouth, Devon oleh Gary. “Annette pasti sangat menyukainya. Inilah cara terindah untuk mengantar kepergiannya,” ucap Gary.

Gary dan Annette sudah menikah selama 13 tahun. Dan bagi Gary, dalam kurun waktu 13 tahun tersebut, ia sangat bahagia. Meskipun Annette kalah dengan penyakit kanker tapi ia telah berhasil menang dengan semangat untuk hidup yang ia miliki.

Menurut petugas pemakaman Hayley Pell, dari Co-op, pemakaman di sebagian besar masyarakat merupakan acara yang menyatukan semua orang dalam mengenang kehidupan orang yang sudah meninggal. “Gary memutuskan untuk melakukannya tanpa bantuan orang lain, abu jenazah Annette telah diubah jadi kembang api. Ini adalah penghormatan yang sempurna dan cara untuk mengucapkan selamat tinggal terindah kepada Annette,” tutur Hayley.

________________________________________

Banyak cara memang untuk mengenang orang yang kita kasihi ketika ia sudah tidak ada di sisi kita. Termasuk apa yang dilakukan Garry kepada Anne dalam kisah di atas. Tapi dalam iman kekristenan kita percaya bahwa mereka sudah ada bersama Bapa Surgawi. Cara yang paling banyak terjadi di masyarakat Kristen, ketika ada keluarga yang sudah meninggal adalah dengan mengadakan “bidston-an”.

Jangan salah pemahaman, di kebaktian “bidston” bukan berdoa buat yang sudah meninggal, tapi bersyukur karena keluarga yang ditinggalkan tak pernah goyah karena ada Tuhan yang selalu menyertai hidupnya.  Dan mau menyatakan rasa syukur saya kira tidak perlu mengadakan perhitungan hari-hari khusus karena tiap hari bukankah jauh lebih indah hidup ini kalau kita senantiasa mengucap syukur akan pemeliharaanNya?

cropped-gideoncom.jpg

3 Replies to “Kembang Api dari abu kekasihnya”

Comments are closed.