KECURIGAAN

Seorang istri belum lama ini mencurigai suaminya. Ia merasa, suaminya telah jatuh cinta para perempuan lain dan berselingkuh.

Untuk membuktikan kecurigaannya, sang istri kemudian mengambil secarik kertas dan pulpen. Saat suaminya sedang mandi, ia menuliskan surat.

Surat itu berkata,

Aku merasa sudah selesai. Aku sudah tak betah dengan hubungan kita dan aku tidak bisa menahan lebih lama lagi. Aku mungkin sudah menyusahkanmu. Sekarang aku ingin kamu bahagia. Aku akan pergi selamanya. Jangan cari aku. Aku akan pergi ke tempat yang jauh.

Setelah menulis surat itu, sang istri bersembunyi di bawah ranjang. Ia ingin tahu bagaimana reaksi suaminya setelah membaca surat tersebut. Sehabis mandi, sang suami pun keluar dari kamar dan menemukan surat itu. Ia pun membaca surat tersebut.

Sang suami langsung berteriak dan melompat kegirangan. Ia kemudian langsung mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Sang istri kemudian mendengar suaminya berkata,

Halo sayang, aku punya kabar baik untukmu! Kita harus merayakannya! Tidak, aku tidak akan bilang sekarang. Kita akan makan siang bersama sebentar lagi. Bersiaplah dan aku akan menjemputmu! Kamu di hotel? Oh, oke, aku akan segera ke sana. Aku rindu kamu, tunggu aku segera ke sana!”

Masih sambil menelepon, sang suami kemudian mencatat alamat di kertas surat yang sama.

Telepon pun ditutup dan sang suami mulai bersiap-siap. Sambil bernyanyi kecil, ia memakai kemeja kesukaan istrinya dan menyemprotkan minyak wangi kesukaan istrinya juga. Sang istri yang mengintip dari balik tempat tidur hanya bisa menahan isak karena sedih, kecewa, dan geram.

Ketika akhirnya sang suami keluar dari kamar dan suara mobil sudah terdengar, sang istri pun keluar dari persembunyiannya. Kali ini, tangisnya sudah tak terbendung lagi. Ia begitu sedih karena ternyata semua kecurigaannya terbukti benar.

Walau merasa marah dan cemburu, sang istri juga ingin tahu siapa sebenarnya perempuan lain itu. Apakah ia mengenalnya? Apakah perempuan itu teman kerja suaminya? Untuk mencari tahu, perempuan ini pun mengambil alamat hotel tempat mereka akan bertemu.

Saat mengambil surat yang juga berisi alamat hotel itu, sang istri sangat kaget. Alih-alih alamat, di bahwa surat sang istri justru ada sebaris tulisan dari suaminya yang berbunyi,

Kena kau! Aku akan membeli bunga dan dalam 15 menit akan kembali. Nanti kita akan makan siang di tempat yang romantis! Bersiaplah segera!

N.B. Aku melihat kakimu ketika keluar dari kamar mandi. I love you!

Membaca surat itu, makin menangislah sang istri ini. Ia merasa menyesal sekali telah curiga pada suaminya. Sejak saat itu ia berjanji tak akan pernah meragukan suaminya lagi.

______________________________________

Hahaha…kena deh ! Makanya jangan curiga melulu deh sama orang.

Mungkin anda berkata “Lha, bukannya curiga itu manusiawi? Kayak bapak tidak pernah curiga saja !?”

Jawaban saya, iya perasaan curiga itu bisa terjadi atas semua orang. Tapi saya mau katakan, orang yang terus menerus hidup dalam kecurigaan alias tidak mengendalikan perasaan curiganya, mana bisa ia hidup dengan perasaan damai di hatinya?  Tiap saat was-was, kuatir apa yang ia curigai bakal terjadi.

Cari akar masalahnya mengapa anda bawaannya curiga melulu. Kemudian hiduplah dengan memusatkan pikiran kita pada hal-hak yang positif. Ingat, belajar dari kisah sederhana di atas. Perasaan curiga akan menghancurkan keluarga dan masa depan anda.

Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Setelah malam minggu kemarin saya melayani Natal bersama gabungan pelajar-pelajar, hari ini saya akan berkhotbah di sebuah Gereja di bilangan timur Surabaya. Doakan ini menjadi berkat dan kekuatan bagi jemaat yang hadir. Selamat hari Minggu untuk anda !