Kebebasan Finansial itu masa hanya karna punya pendapatan pasif dan kaya gitu ya?

Tiap orang pasti pengen ya kalau bisa mencapai kebebasan finansial? Berbagai upaya diusahakan mulai sejak usia muda untuk mencapai level tersebut. Kan keren kalau usia baru kepala 2 tapi dah mapan gitu!

Punya rumah sendiri, bahkan banyak. Punya mobil pribadi, bahkan bisa ganti-ganti tiap hari mau bawa mobil yang mana. Punya pendapatan yang sangat aman untuk membiayai kebutuhan besar dan mendadak pula!

Nah, apa standarnya sampai Anda dikatakan punya kebebasan finansial?

Ini definisi kebebasan finansial menurut saya.

Boleh setuju, boleh juga nyinyir.
Karena Si Borju juga boleh mikir kan!
Tapi pesan saya, kalau kesindir, saya jangan diplintir ya! Hahaha…!

Begini.
Ada yang bilang, kita akan mencapai kebebasan finansial kalau kita sudah kaya raya. Jadi beli apapun bisa katanya. Gak pernah pusing kehabisan uang atau saldo saat mau bayar ini dan itu. 

Mereka ini pasti sering ngomong begini, “Wah dulu kami hidup susah, ini gak punya, itu ga punya.” Lain cerita kalau dari lahir darahnya pun langsung berbau mahal! Orang hayaaaaa! Hehehe!

Ada pula yang bilang, kebebasan finansial dicapai kalau kita sudah punya pendapatan pasif. Jadi gak perlu harus kaya dulu. Yang penting, duduk diam pun, uang sudah masuk di saldo kita. Yang paling simple, punya rumah untuk dikost-kan misalnya. Tidur-tiduran pun anak kost-nya selalu setor duit tiap periodenya. Enak ya?

Nah, kebebasan finansial versi saya adalah, mau bisa kebeli atau gak bisa kebeli, tapi hati tetep hepi.

Mau finansial sedang kosong, tipis atau tebel pun, saya juga bisa tetep hepi!

Mau gak ada pendapatan, ada sedikit pendapatan, atau banyak pendapatan juga tetap asyik.

Mau punya pendapatan aktif atau pendapatan pasif, toh juga tetep hepi.

Hayooo bisa gak seperti itu?

Mungkin Anda bilang, “Bisa. Tapi tak mudah!

Selama saya hidup melayani Tuhan lewat sesama yang ada di sekitar saya. Saya banyak melihat, orang-orang yang seharusnya happy dengan definisi kebebasan finansial tadi.

Tapi ternyata, di suatu titik, sebenarnya kalau bisa, mereka mau membeli kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi apa daya, mereka tidak mampu. Saldo kebahagiaan dalam tabungan sukacita mereka nol. Bahkan minus.

Jadi maksud saya adalah, it’s ok untuk mencari semua kekayaan dunia dan kenikmatannya.

Asal hari ini, sudahkah Anda mencari kenikmatan kekal, rasa bahagia yang tak terhingga, yang tak tergantung oleh apapun?

Harta itu membuat Anda tak hanya memiliki kebebasan finansial semata. Tapi kebebasan jiwa dan roh sepenuhnya.

Harta itu terletak pada …..

Ah, Anda pasti sudah tahu jawabannya! Yang belum adalah melakukan sepenuhnya! Ayoooooo, jangan matrek dan terlalu kedonyan (keduniawian)!

Selama Anda berlari-lari terus di dunia materialistis, dan belum pernah masuk ke dunia spiritual, maka dengan menyesal saya harus bilang, kebebasan finansial yang Anda cita-citakan itu hanya wacana belaka. Tak akan pernah terjadi.

Hehehe! Salam waras ya dulur-dulur!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n