Kalau Tuhan menyertai, mengapa masalah saya tidak selesai-selesai? Bertubi-tubi lagi!

Bisakah iman hilang?

Bisa!

Saya pernah mengalaminya kok dalam dinamika kehidupan ini.

Awalnya merosot, lama-lama hilang kalau kita kebablas ama kecemasan dan kebimbangan.

Seperti antibodi SARS-cov-2 yang divaksikan kan juga begitu. Awal disuntikkan full perlindungan. Lama-lama juga bakal habis kalau tidak dimasukkan lagi vaksinnya.

Makanya kita ini harus selalu dapat vaksin iman berupa Firman Tuhan setiap saat, biar imun jiwa roh kita tetap terjaga.

“Sekuat-kuatnya iman saya Pak, tapi kalau kejadian buruk itu menimpa terus menerus saya lelah dan gak kuat lagi.”

Kalau Tuhan menyertai saya, lhaaa kenapa saya kena masalah bertubi-tubi? Mana Tuhan yang katanya ajaib itu Pak?”

Demikian kata seseorang yang waktu itu curhat ama saya.


Siapa menyangka coba? Perkataan yang sama itu, saya lontarkan juga ke Tuhan dan ke beberapa sahabat dekat saya. Semenjak saya dan sekeluarga divonis positif covid-19 dan masalah-masalah lainnya.

Tapi puji Tuhan!

Dengan segala macam caraNya, Dia tarik saya untuk kembali. Kembali menjadi manusia sejati seperti bentukanNya. Saya diingatkan kembali tentang arti dan kisah nama saya Gideon.

“Heiiiii….Kamu ingat kisah Gideon? Gideon memang awalnya licik dan bersembunyi dari intimidasi.

Tapi akhirnya dia dijumpai malaikat. Tuhan menyertai dan diubahkan menjadi pahlawan yang gagah berani”

Kalimat itu tiba-tiba terngiang di hati saya.

Kalau kita tarik mundur ke belakang. Anda ingat nggak?

Di dalam rahim ibu, itulah rumah teraman bagi sesosok janin. Ketidakpastian itu rasanya minim banget, arena semua resiko ditanggung sang ibu.

Tapi begitu kita terlepas dari plasenta ibu, sejatinya kita sudah diselimuti oleh iman sebagai modal untuk menghadapi kehidupan yang sesuangguhnya. Detik pertama ia bernafas, maka perjuangan diri sudah dimulai.

Sampai hari ini pun saya tetap berproses belajar tentang perjuangan berdinamika dengan iman. Tak ada yang mahir. Yang ada mau selalu hadir menghadapi ujian.

Ada kan manusia yang malah lari dari kenyataan?

Saya belajar memilah mana yang saya inginkan dan mana yang Tuhan kehendaki. Kemudian belajar tidak memaksa Tuhan wujudkan apa yang bukan mauNya.


Saya belajar berhenti untuk memvonis sebuah kejadian itu baik atau buruk buat saya. Karena saya bukan Hakim yang sesungguhnya bukan? Tuhan-lah Hakim Agung yang berhak.


Saya belajar bahwa ketidakpastian, justru Tuhan hadirkan untuk mengeluarkan segala modal iman yang ia sudah sematkan dalam roh kita.

Lha kalau sudah pasti-pasti saja kan kita jadi nggak kreatif memainkan nada-nada iman itu?

 

Yang mau terus belajar dan berproses dengan dinamika kehidupan,

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n

Download aplikasi Gideon Yusdianto di Playstore.