Kala Kecemasan Terasa Menggemaskan

Namanya adalah #cemas.
Anda pernah mengalaminya?

Saya pernah!
Gak enak banget!

Pikiran tidak bisa fokus.
Orang bilang nggrambyang ke mana-mana.

Badan cepat capek, keringat dingin.
Jantung berdebar.
Syaraf-syaraf menjadi tegang.

Kepala berat rasanya.
Mudah sakit intinya!

Makanya, gak heran,
kita bisa keluar masuk ruang praktek dokter,
karena merasa sakit dan sakit itu.
Psikosomatis nama kerennya!

Mau ngapa-ngapain jadi malas.

Tidur pun tidak bisa pulas.
Bahkan mungkin menjadi insomnia.
Waduh, mata panda jadinya!

Hari-hari dilewati dengan suasana mencekam.
Seolah ingin segera menyerah kalah.
Kita pikir itu solusi terbaiknya.

Hmmm…Ampun-ampun dah!

Itulah kerusakan yang ditimbulkan oleh kecemasan.

Terus bagaimana saya melepaskan jerat iblis ini?

Cepat-cepat saya menyadari bahwa ketika saya cemas,
itu artinya saya sedang ragu,
apa Tuhan itu masih sanggup ya menyelesaikan masalah saya?

Itu artinya dengan sombongnya,
saya telah mengambil alih bagian porsi pekerjaan Tuhan atas hidup saya.

1 Petrus 5:7 menasihati kita

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya,
sebab IA yang memelihara kamu.

Coba baca dengan teliti!

Segala!!!

Bukan 25%, 50%, 75%
Tapi 100% kecemasan kita!

Tuhan tak kan pernah mau mengambil kecemasan dalam dirimu.

Tetapi anda-lah yang harus menyerahkan kecemasanmu kepada Tuhan!

Dengan resep inilah saya berhasil lepas dari jebakan yang mematikan ini.

Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka,
dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka,”
Mazmur 107:13

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n